Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI Menjamin Koter Tidak Jadi Alat Politik
Minggu, 10 April 2005 | 20:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menanggapi kritik dari berbagai kalangan tentang rencana penambahan Komando Teritorial (Koter) oleh Markas Besar TNI Angkatan Darat, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsudin menyatakan bahwa Koter yang sekarang, berbeda dengan Koter terdahulu. “Jangan khawatir Koter digunakan untuk kepentingan politik,” kata Sjafrie di Jakarta, ahad (10/4).

Sebagaimana diberitakan, Kepala Stad Angkatan Darat Letnan Jendral Djoko Santoso di depan Komisi I DPR tanggal 22 Maret lalu, menyatakan rencana TNI untuk membentuk Koter baru. Yakni tiga Komando Resimen Militer (Korem) dan 19 Komando Distrik Militer (Kodim).

Penambahan 22 Koter tersebut, menurut Sjafrie, dilakukan sebagai strategi gelar kekuatan TNI. Alasannya, karena Indonesia dihadapkan pada kendala geografis yang teramat luas, kemampuan teknologi yang belum memadai dan kemampuan sumber daya dari sistem pertahanan Indonesia yang ada sekarang ini.

Maka kata Sjafrie, Koter menjadi wadah yang menghimpun, melatih dan mengorganisasikan semua potensi pertahanan nasional dalam Sistem Pertahanan Rakyat Semesta. Karenanya, kata Sjafrie, penambahan Koter tidak dilihat dari penguasaan teritorial, tetapi bagaimana peran dan fungsi pertahanan itu bisa efektif.

Selama ini konsep Koter menurut Sjafris banyak dikritik, “karena kesalahan pada waktu lalu, Koter digunakan untuk alat politik.” Saat ini, kata Sjafrie, dengan doktrin TNI kembali ke barak, kemungkinan pemakaian Koter sebagai alat politik di masa lalu, tidak akan terulang lagi.

Namun, lanjut Sjafrie, jika terjadi kesalahan di waktu lalu, solusinya bukan kemudian dengan menghapus organisasinya. “Kalau menghapus organisasi Koter, lalu muncul pertanyaan, organisasi apa yang nanti digunakan kalau kita mengahadapi kondisi kritis dalam konteks keutuhan wilayah?” tanya Sjafrie.

Menanggapi rencana ini, pengamat militer dan pertahanan dari Universitas Indonesia, Andy Wijayanto menyampaikan bahwa, idealnya fasilitas militer harus dipisahkan dari fasilitas dan permukiman sipil. Dalam Konvensi Jenewa, menurut Andy, ada aturan jarak minimal antara gedung, perumahan dengan markas militer minimal 300 meter.

Menurut Andy, rencana penambahan Koter tersebut harus menyesuaikan dengan Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Program Jangka Menengah Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dimana dalam Program Pengembangan Matra Darat, kata Andy, jelas disebutkan bahwa Koter hanya ditujukan di daerah perbatasan dan rawan konflik, sesuai dengan Undang Undang TNI. Andy melihat tidak seluruhnya, dari 19 Makodim dan 3 Makoren yang direncanakan, benar-benar di daerah rawan konflik dan perbatasan.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Prajurit/ tentara calon komando Kopassus makan siang bersama setelah latihan di Pusat Latihan Korps Baret Merah Batujajar, Bandung, 12 April 2001 [Koran TEMPO/ Budi Yanto; K1A/379/2001; 20010601]. Prajurit/ tentara calon komando Kopassus makan siang bersama setelah latihan di Pusat Latihan Korps Baret Merah Batujajar, Bandung, 12 April 2001 [Koran TEMPO/ Budi Yanto; K1A/379/2001; 20010601].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Zeni AD : Kesiapan Alat TNI Hanya 40 persen
Delapan Perusahaan Ikuti Tender Ulang M-17
Pakar Militer : TNI Enggan Mengikuti Perubahan Zaman
Koalisi LSM Minta Pemerintah Tinjau Strategi Pertahanan
LSM Pertanyakan Penambahan Komando Teritorial
Tak Ada Kodam di Provinsi Irian Jaya Barat
Tutut Membantah Punya Peran dalam Pembelian Tank Scorpion
TNI Berencana Bentuk Divisi Kostrad di Sorong
Dugaan Korupsi di Dephan Dilaporkan BPK ke DPR
Yudhoyono Dinilai Berutang Budi Pada Djoko Santoso
> selengkapnya...


Website

TNI Angkatan Darat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data