|
Nasional
Semua Kandidat Klaim Bakal Menang
Sabtu, 09 April 2005 | 13:31 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Menjelang pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), masing-masing kandidat menyatakan optimistis bakal memenangkan pemilihan dengan sistem satu utusan satu suara. Mantan Dirjen Pajak, Fuad Bawazier bahkan sesumbar akan memenangkan pemilihan hanya dalam satu kali putaran. Begitu juga Soetrisno Bachir yang disebut-sebut didukung Amien Rais mengklaim paling banyak mendapat dukungan.
“Perkembangan situasi selalu saya cek terus, dan sampai saat ini sudah di atas 50 persen dukungan ke saya. Dengan dukungan suara sebesar itu, pemilihan cukup berlangsung dalam sekali putara,” kata Fuad dalam jumpa pers di arena kongres II PAN, Sabtu (9/4).
Dia mengklaim, dukungan akan kian bertambah dengan adanya komitmen dari beberapa DPW dan kandidat lain yang siap melakukan koalisi. Namun, Fuad menolak menyebut kandidat yang siap melakukan koalisi dengannya. “Pokoknya ada kandidat lain yang telah menyatakan, tapi itu tidak etis saya sebutkan namanya. Selain itu, hingga saat ini sejumlah DPW juga menyatakan siap mendukung saya. Artinya dukungan akan terus bertambah,” kata Fuad.
Soetrisno juga menyatakan dukungan kepadanya sudah mencapai 80 persen suara. Jika itu benar, maka pemilihan pun juga akan berlangsung satu putaran. “Lobi-lobi terus saya lakukan. Saya langsung mendatangi peserta yang punya hak suara. Saya makan bersama dengan mereka. Saya salat bersama mereka. Sehingga saya tahu dukungan kepada saya,” kata dia.
Lain halnya dengan Samuel Kotto, kandidat ketua umum asal Indonesia Bagian Timur. Meski dukungan saat ini hanya 10 persen, ia optimistis dirinya akan terpilih. Sebab, kata mantan anggota DPR-RI itu, dukungan yang ada pada dirinya adalah dukungan murni tanpa ada rekayasa.
“Saat dicalonkan, memang hanya 10 persen yang mendukung saya. Tapi itu dukungan riil tanpa ada money politics dan rekayasa. Saya yakin para pemilih nanti akan lebih mengedepankan moral dan hati nuraninya. Modal saya yang lain hanya kejujuran dan idealisme untuk membangun PAN sesuai dengan ideologi,” katanya.
Beberapa jam menjelang pemilihan ketua umum ini, peta kekuatan mengerucut ke tiga nama yaitu Soetrisno Bachir, Fuad Bawazier dan Hatta Radjasa. Menurut sejumlah sumber, Hatta dalam posisi dilematis. Sebenarnya Menteri Perhubunan itu ingin tetap maju sebab jika terpilih maka ia akan punya posisi tawar yang kuat di pemerintahan.
Tetapi di sisi lain, Amien Rais menghendaki Hatta mundur dan mengalihkan suaranya ke Soetrisno Bachir. Menurut sumber itu, Hatta tentu khawatir sebab kariernya di kabinet tentu bergantung juga dengan Amien. Jika Hatta nekad maju, kata sumber itu, Amien bisa saja menelepon prsiden untuk mencopot Hatta.
“Jadi Hatta memang dilematis. Ia ingin maju untuk menguatkan posisi tawarnya di pemerintahan sekaligus mengurangi suara Fuad Bawazier. Tapi ada keinginan dari Pak Amien yang berbeda yang membuat dia bisa terancam posisinya di kabinet,” kata sumber itu. (syaiful amin/sohirin/yanto)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|