|
Kasus Pelanggaran HAM Berat
Komisi Ahli PBB Disambut Demo di Dili
Selasa, 05 April 2005 | 22:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk guna meninjau kembali proses peradilan ad hoc HAM Timor Timur, Selasa (5/4) siang disambut puluhan demonstran di Bandara Internasional Nicolau Lobato, Dili. Para demonstran dari Aliansi Pro Pengadilan Internasional dan Asosiasi Keluarga Korban Orang Hilang (AKOH) itu menutup mulut dengan kain hitam bertuliskan "We Need Justice".
Sejumlah demonstran mengangkat beberapa spanduk, yang isinya mengecam dan menolak kehadiran Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang diprakarsai pemerintah Timor Leste dan Indonesia.
Para anggota Komisi Ahli PBB antara lain Prafullachandra Bhagwati dari India, Profesor Yozo Yokota dari Jepang, dan Shaista Shameem dari Fiji. Menurut rencana, mereka akan melakukan sejumlah pertemuan dengan Presiden Xanana Gusmao, Ketua Komisi Penerimaan Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Leste Aniceto Guterres Lopes, dan keluarga korban pelanggaran HAM 1999.
Tiga anggota Komisi Ahli itu ditunjuk Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, Januari lalu. Pemerintah Indonesia menolak kehadiran tim ini, yang dianggap tumpang-tindih dengan Komisi Kebenaran dan Persahabatan. Alexandre Assis
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden terpilih Timor Lorosae, Xanana Gusmao (kiri) dan Kepala UNTAET, Sergio Vieira de Mello (tengah) menyaksikan acara pelantikan Komisi Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi Timor Lorosae di Balide Dili, Timor Lorosae, Rabu, 15 April 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20020620]](/hg/photostock/2005/04/05/s_BC02051561_high_thumb.jpg) |
![Tengkorak dan tulang korban peristiwa Tanjung Priok bernama Tukimin di Mengkok Sukapura, RSCM Jakarta 7 September 2000.[TEMPO/Awaluddin R; 31D/299/2000; 2000/11/18].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001022-038](/hg/photostock/2005/04/05/s_31d29901_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Peristiwa Tanjung Priok
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|