Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Wereng Batang Coklat Serang 16 Propinsi
Selasa, 05 April 2005 | 19:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Bina Produksi Tanaman Pangan Departemen Pertanian (Deptan)Jafar Hafzah menyatakan serangan wereng batang coklat (WBC) secara komulatif mencapai 6.016 hektare (ha). WBC telah menyerang 16 propinsi di Indonesia dan mengakibatkan 183 ha sawah puso.

Serangan WBC tidak akan mempengaruhi produksi tanaman padi karena hanya mengakibatkan 0,002% lahan puso. Kini, luas tanam untuk musim tanam (MT) 2004/2005 sudah mencapai 7.425.300 ha. "Pemicu serangan diantaranya karena cukup tingginya penanaman varietas peka, pola tanam padi sepanjang tahun dengan waktu tidak serempak, kecenderungan patahnya ketahanan varietas IR 64, curah hujan yang masih cukup tinggi dan penggunaan pestisida yang kurang tepat,"kata Jafar.

Berdasarkan pantauan, WBC telah menyerang 16 provinsi, dengan daerah serangan utama di Jawa Tengah, Lampung, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Jawa Tengah terkena 3.335 ha puso 73 ha, Lampung terkena 1.083 puso 104 ha, Di Yogyakarta terkena 847 puso 2 ha dan Jawa Timur terkena 350 puso 2 ha. "Secara kumulatif luas serangan MT 2004/2005 mengalami peningakatan karena pada MT 2003/2004 hanya 1.287 ha dengan lahan puso 9 ha,"katanya.

Deptan telah melakukan upaya pemberantasan WBC, khususnya di DI Yogyakarta. Langkah yang telah dilakukan adalah pengamatan secara intensif dan penyampaian informasi dini serta merekomendasikan pengendaliannya. Untuk mendukung hal tersebut, langkah koordinasi terus akan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi. "Kami juga melakukan gerakan massal pengendalian yang dikoordinasi dengan bimbingan petugas lapangan,"ujarnya.

Khairunnisa

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani menebar pupuk di sawah, 1997. [Dok TEMPO; R2A/083/97; 2000/05/31].<br>Dimuat majalah TEMPO 20000611-088 Ibu-ibu petani menjemur jagung yang akan dijadikan bibit di Ciampea, Bogor, 2 Mei 2001. [TEMPO/ Arie Basuki; K1A/272/2001; 20010519].
Petani
Jagung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Akan Mempermudah Investor Pertanian
Rawan Pangan di NTT Akibat Kebijakan Pangan yang Tidak Tepat
Sampoerna Bersedia Dirikan Tiga Pabrik Gula Besar di Papua
Sragen Ingin Jadi Sentra Produksi Beras Organik
Petani Kediri Terancam Gagal Panen
Flu Burung Kembali Mewabah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan Diisolasi
Bulog Siapkan 46.000 Ton Beras untuk NTT
KPK Periksa 12 Pejabat Departemen Pertanian
Mentan: NTT Belum Rawan Pangan
Hama Sundep dan Kupu-Kupu Serang Indramayu
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data