Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kasus Munir : Menjerat Orang-orang Kecil
Selasa, 05 April 2005 | 16:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Orang-orang kecil mulai dikorbankan dalam kasus pembunuhan aktifis hak asasi manusia, Munir. Kuasa hukum Oedi Irianto dan Yeti Susmiyarti, dua tersangka baru kasus pembunuhan aktifis HAM Munir, M. Assegaf mempertanyakan penetapan dua kru Garuda Indonesia tersebut sebagai tersangka. "Ini menjadi pertanyaan besar, atas dasar apa kok tiba-tiba mereka diposisikan sebagai tersangka," ujar Assegaf kepada wartawan di Mabes Polri Jakarta, Selasa (5/4).

Berdasarkan ketentuan hukum, menurut Assegaf, jika seseorang ditetapkan sebagai tersangka pembantu maka orang tersebut harus mengetahui secara sadar dirinya membantu melakukan kejahatan. "Misalnya, jika Yeti membawa sesuatu yang berisi racun, tetapi dia tidak tahu, tuduhan itu tidak bisa dikenakan,"ujarnya.

M. Luthfie Hakim yang juga anggota tim kuasa hukum tersangka, menyatakan penetapan status tersangka atas Oedi dan Yeti menurut keterangan penyidik hanya didasarkan pada tugas mereka yang menyajikan makanan pada penumpang. "Kasihan, mereka ini, kan, orang yang tidak tahu apa-apa,"ujarnya.

Dalam keterangan Yeti, menurut Luthfie, Pollycarpus sempat berbicara pada Yeti dan menyatakan dirinya akan bertukar tempat duduk dengan Munir. Yeti kemudian menyarankan Polly untuk berbicara pada petugas pengatur tempat duduk penumpang, karena Yeti tidak memiliki kewenangan memberi ijin. "Atas alasan apa, Yeti tidak tahu,"ujarnya.

Keduanya, menurut Lutfie, mengaku melihat Polly berdiri diantara tempat duduk premium dan bisnis. Yeti mengaku mengetahui ada satu orang yang duduk di samping Munir. "Tapi Yeti tidak meliha seorang pun bercakap-cakap dengan Munir,"katanya. Baik Oedi maupun Yeti tidak mengetahui mengenai jadwal penerbangan Munir maupun Polly. "Yeti bahkan baru tahu keberadaan Munir setelah diberitahu Pollycarpus,"ujar Lutfie. Menurut Assegaf, Oedi dan Yeti baru mendapat jadwal penerbangan sesaat sebelum pesawat berangkat.

Mengenai makanan yang disajikan, menurut Luthfie, semua sudah disediakan oleh katering dalam bentuk kemasan yang disegel dan disiap disajikan. Keterangan Oedi dan Yeti menyebutkan tidak seorangpun datang ke pantry pesawat. "Mereka memastikan tidak ada orang yang mendekati troli makanan,"ujarnya.

Kedua kru pesawat tersebut, menurut Assegaf, melakukan tugas seperti biasa dan tidak melihat keanehan. Minuman yang disajikan Yeti dipilih secara acak oleh Munir, sedangkan pada saat kejadian Munir memilih mie dari menu makanan yang ditawarkan Yeti. "Makanan itu juga sudah jadi, karena penumpang pesawat, kan, tidak bisa memesan makanan sesuai dengan selera mereka," ujarnya. Bagaimana dengan bekas Direktur Utama Garuda, yang memberi izin Pollycarpus terbang?

Astri Wahyuni

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Jemaah haji menaiki pesawat yang disewa oleh Garuda Indonesia (leasing pesawat Garuda). [TEMPO/ Budiman S Hartoyo]. Pesawat Garuda  Indonesia di Bandara Hasanuddin, Ujungpandang [ Robin Ong; 30d/115/2000; 20000622 ]
Jemaah Haji Indonesia
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pengacara Pollycarpus Ajukan Penangguhan Penahanan
Dua Pramugari Garuda Jadi Tersangka Kasus Munir
Deplu: Polisi Harus Kirim Surat ke Kehakiman Belanda
Polisi Indonesia Wawancarai Dua Saksi di Belanda
TPF Bertemu Direktur Garuda
Dokumen Olah TKP Terbunuhnya Munir Diserahkan ke Mabes Polri
Tim Penyidik Kasus Munir Belum Ambil Bukti di Deplu
BIN Segera Ketemu TPF Munir
Satu Lagi Pejabat Garuda Diperiksa
Pengacara Poly: Klien Saya Bertugas Atas Perintah Atasan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
PT Garuda Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Wayne Rooney Kecanduan PlayStation
Setio Rahardjo Meninggal Dunia
Menu Istimewa Eros Djarot
Jangan Gula Sembarang Gula
Tiga Pekerja Indonesia Disiksa di Irak

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data