Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Arbain Imam Hussein Diperingati
Senin, 04 April 2005 | 03:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari 5.000 umat Islam tampak menyemut memenuhi ruangan dan pelataran Hussainiyah Al-Huda, Pusat Kebudayaan Islam (ICC-Al-Huda) di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Ahad pagi hingga sore (3/4). Hari itu mereka memperingati acara 40 hari kesyahidan Imam Hussein.

Peringatan tersebut merupakan rangkaian acara dari peristiwa Assyura 10 Muharram. Yaitu saat cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali bin Abi Thalib keluarga dan pengikutnya dibantai Padang Karbala, Irak. Di Irak acara peringatan itu dirusak dengan meledaknya bom di tempat-tempat dan masjid prosesi itu diadakan. Namun di Indonesia yang aman dan damai diisi dengan pembacaan tahlil, maqtal (riwayat), doa dan ceramah.

Ceramah yang bertajuk "Arbain Syahid Imam Hussein : Saksi Kebangkitan Agama Muhammad" diisi oleh Jalaluddin Rakhmat, Habib Hussein Al-Kaff dan Ayatullah Ahmad Jannati. Nama yang terakhir adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Islam Iran.

Dalam ceramahnya, Ayatullah ahmad, menyatakan seorang pengajar agama bertanggung jawab terhadap lidah dan tulisannya. "Perilakunya harus sesuai dengan yang diucapkan dan ditulisnya,"kata Ayatullah Ahmad. Seorang ulama, tidak menumpuk harta, mencari posisi atau memenuhi keinginan dunianya. "Prsiden Ali Khamenei di Iran misalnya, hidupnya sangat sederhana, ia hanya hidup dari gaji yang diterimanya sebagai presiden. kekayaannya tidak lebih banyak saat ia sebelum menjabat menjadi presiden, dan keluarganya tak mendapat hak-hak istimewa,"kata Ayatullah yang juga Imam Jumat di Tehran.

Ayatullah juga prihatin dengan keadaan Indonesia yang terus dilanda musibah mulai dari Tsunami di Aceh sampai gempa di Nias. "Mudah-mudahan bangsa Indonesia kuat, sabad dan bisa mengambil hikmah dari musibah tersebut,"katanya. Rencananya Ayatullah itu juga akan hadir pada acara peringatan 100 hari musibah tsunami Aceh di tempat yang sama, Kamis (7/4) mendatang.

Ahmad Taufik

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Warga Nahdlatul Ulama/ NU diberangkatkan dari Asrama Haji Pondok Gede dengan menggunakan bis saat akan mengikuti istighotsah di Senayan, Jakarta, 29 April 2001 [Koran TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/333/2001; 20010529]. Suasana Istighotsah warga Nahdlatul Ulama/ NU dengan  wayang kulit bertuliskan damailah manusia, damailah rakyat Indonesia, warga NU Kec. Jati Tujuh Majalengka di Senayan, Jakarta, 29 April 2001 [Koran TEMPO/Amatoel Rayyani; K1A/228/2001; 20011501].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Persiapkan Tahlilan 100 Hari Tsunami
Pihak Keluarga Nilai Pemberitaan di Media Rugikan Adiguna
Alat Deteksi Gempa dan Tsunami Dipasang Sepanjang Sumatera
Peraturan Presiden Buat Rehabilitasi Aceh
BPKP Serahkan Data Bantuan Tsunami Ke Alwi Shihab
Australia Bantu Rp 7,4 Triliun untuk Aceh
Tenggat Waktu Relawan Asing Diperpanjang
Separuh Dana Rekonstruksi Aceh Untuk Infrastruktur
Pemerintah Siapkan Perppu Rekonstruksi Aceh
Relawan Asing Masih Dibutuhkan di Aceh
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data