|
Nasional
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
Sabtu, 02 April 2005 | 13:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan mobil sedan Toyota Camry 3000 cc sebagai kendaraan dinas pejabat di pemerintahannya. Menurut Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, presiden telah membeli 60 unit mobil sedan itu.
Sebanyak 18 unit akan digunakan untuk kendaraan ketua, dan wakil ketua lembaga negara seperti MPR, DPR dan lainnya. Sedangkan 30 unit untuk menteri di jajaran kabinet Indonesia Bersatu, satu unit untuk pejabat setingkat menteri, dua unit untuk istri presiden dan wakil presiden dan empat unit sebagai cadangan.
Menurut Yusril, setiap unit mobil seharga Rp 350 juta, sudah termasuk diskon dan potongan pajak. "Pajak itu nantinya akan diganti rugi kalau diijinkan oleh Menteri Keuangan, untuk sementara pajak dibayar tetapi dengan jumlah yang lebih murah dibandingkan kendaraan plat hitam," kata Yusril kepada pers di kantor Kepresidenan hari ini. Maka total biaya untuk mobil dinas ini mencapai Rp 21 miliar dan dananya diambil dari APBN.
Presiden memutuskan untuk memakai mobil Jepang karena lebih murah jika dibandingkan mobil buatan Eropa atau negara lain. “Harganya 40 persen lebih murah dibandingkan Volvo S80 yang sebelumnya digunakan kabinet Gotong Royong," kata Yusril. Kendraan dinas ini menurut Yusril, dibeli dari penyalur resmi dan semuanya berwarna hitam.
Sebelum digunakan oleh para pejabat pemerintahan, mobil ini akan dipakai sebagai kendaraan dinas pada penyelenggaraan KTT Asia Afrika 22-24 April mendatang. Yusril mengakui, kendaraaan ini tidak tergolong mewah karena harus disesuaikan dengan situasi dan keuangan negara saat ini. Sedangkan kendaraan dinas para pejabat pada era Megawati yang masih dipakai saat ini, akan dilelang dan dihapus dari aset negara jika mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan.
Sunariah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|