Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Akan Tertibkan Rekening Sumbangan Bencana
Jum'at, 01 April 2005 | 18:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah berencana menata kembali rekening yang ada di masing-masing departemen untuk menampung sumbangan dana bencana Aceh dan Nias. "Akan ditertibkan," kata Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi saat ditanya wartawan soal banyaknya rekening sumbangan untuk Aceh di masing-masing departemen, usai jumpa pers di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (1/4).

Menurut Sudi, sebenarnya banyak negara donor yang berkeinginan memberikan sumbangan untuk Aceh. Namun ada kekhawatiran sumbangan tidak sampai, sehingga mereka menunggu rencana besar (master plan) rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh selesai dibuat. "Setelah master plan jadi, mereka akan ambil bagian," kata mantan Sekretaris Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan ini.

Ditanya soal adanya dugaan, dana rehabilitasi dan rekonstruksi ada yang diselewengkan, pihaknya justru ingin mendapat masukan dari masyarakat. Dia berharap semua unsur pengawasan, pemeriksaan dan inspektorat, aktif melakukan pengawasan. "Masyarakat kita harapkan juga memberi masukan-masukan supaya bisa ditindaklanjuti," kata dia.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, dalam jumpa pers di kantor Wakil Presiden mengklarifikasi pemberitaan soal amburadulnya laporan dana kemanusiaan Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana seperti disampaikan Kepala Badan Pemeriksa Keungan (BPK). Diingatkannya, Bakornas itu bukan badan tunggal yang bekerja di daerah bencana, melainkan masing-masing departemen.

Menurut Kalla, Bakornas hanya melakukan koordinasi. Jadi kalau pertanggungjawabannya tersebar. "Itu konsekuensi koordinasi. Jadi agak keliru kalau itu semua harus dikeluarkan Bakornas. Justru Bakornas itu kecil sekali biayanya. Hanya jadi komandan saja," kata Kalla.

Abdul Manan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Angin Topan Blanca dilihat saat misi NASA, Mei 1992. [Gamma/ Salaber-Laison; 10D/496/1992; 20040127].
Angin Topan Blanca
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gempa Berikutnya di Mentawai
Penanganan Gempa Nias, Gubernur Langsung ke Menko Kesra
USNS Mercy Akan Tiba di Nias Pekan Depan
DPR Akan Percepat Pembahasan RUU Penanganan Bencana Alam
Sebagian Pengungsi Sudah Dapat Dana Jaminan Hidup
Ayah Komisaris Utama PT Toba Pulp Jadi Korban di Nias
Presiden Tetapkan Gempa di Nias Bencana Daerah
Korban Gempa Nias Mulai Berdatangan ke Medan
Bupati Nias Perkirakan Jumlah Korban 400 Orang
BMG: Cuaca di Nias Tiga Hari Kedepan Buruk
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data