|
Nasional
Konggres PDIP Rehabilitasi 15 Kadernya
Kamis, 31 Maret 2005 | 16:29 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur: Sebanyak 15 kader PDI Perjuangan yang sempat dipecat akhirnya mendapat pengampunan
di dalam konggres di Bali, Kamis (31/3). Mereka berhak direhabilitasi nama baiknya dan
seluruh hak-hak politik yang sempat dicabut dikembalikan lagi. Menurut wakil sekjen
demisioner Pramono Anung, rehabilitasi merupakan hak anggota partai sebagaimana yang
ditentukan dalam aturan partai.
"Karena mereka sudah mengakui kesalahannya dan selama
mereka menerima sanksi dari partai yang berupa
pembebasan tugasan ataupun pemberhentian ternyata
mereka tetap loyal dan patuh kepada partai, maka
partai menganggap yang bersangkutan layak
direhabilitasi dan dikembalikannya hak-hak
politiknya," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis
(31/3).
Ke-15 kader PDI Perjuangan yang mendapat rehabilitasi
tersebut adalah enam orang dari Sumatera Selatan,
masing-masing Adjis Saif, Salmiah Umar, Sri Hastuti,
Baby Mardiana dan Sudirman Said yang merupakan
pengurus DPD setempat serta Muh Jais Karim dari DPC
Musi Rawa. Selain itu tiga orang dari DPC Wonogiri
Jawa Tengah, yakni Wawan Setyanugraha, MH. Zainuddin,
dan Rudattin Haryanto.
Tiga orang lainnya dari DPC PDIP Jembrana, Bali yakni
I Wayan Nirjana, I Wayan Arjana dan I Wayan Mawa. Dua
dari DPC Lombok Barat, R Nunu Apriadi serta Sardian
serta Hamdan Zakaria dari DPC Batanghari, Jambi.
"Pemberian rehabilitasi diberikan atas rekomendasi
dari komisi pertanggungan jawab," tambah Pram.
Para kader partai tersebut pada umumnya dikenai sanksi
karena tidak mematuhi intruksi partai untuk
mengamankan rekomendasi DPP pada saat pemilihan kepala
daerah, lima tahun lalu. Wawan Setyanugraha dan kedua
rekan misalnya memilih untuk memberikan suaranya
kepada Begub Purnomosidi daripada Ketut Suryani dalam
pemilihan bupati Wonogiri. Padahal, Ketut Suryani yang
mendapat rekomendasi DPP.
Wawan mengakui sebenarnya secara administrative
dirinya belum pernah mendapatkan surat pemecatan. Dia
bahkan dalam pemilu legeslatif lalu berhasil
mengumpulkan suara dua kali dari bilangan pembagi
pemilih. Wawan yang berada di nomor buntut urutan
daftar caleg praktis menyumbangkan dua kursi untuk PDI
Perjuangan di parlemen setempat.
Imron Rosyid-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|