|
Nasional
Unicef Sulit Memindahkan Anak-Anak ke Barak Pengungsi
Kamis, 31 Maret 2005 | 16:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Unicef mengakui selain proses reunifikasi, kesulitan lain yang ditemui dalam
menangani anak-anak Aceh adalah ketidakpastian perpindahan mereka ke barak-barak yang telah
disediakan pemerintah. "Karena itu, petugas-petugas Unicef bersifat fleksibel dalam
melayani anak-anak ini baik di children center maupun dibarak-barak nantinya," ujar
Perwakilan Unicef, Birgithe Lund-Hendriksen, kepada Tempo usai diskusi bertajuk, Situasi
Terkini Perlindungan Anak di Aceh Pasca Keadaaan Darurat, di Jakarta, Kamis (31/3).
Unicef juga meminta kepada pemerintah untuk melayani anak-anak ini usai masa kerja Unicef.
"Sejauh ini kerja sama dengan pemerintah daerah sangat baik," kata Birgithe. Pengelolaan
children center sendiri, kata dia, diharapkan dapat diselesaikan akhir tahun ini.
"Perlindungan anak akan dilakukan oleh pihak lain, seperti komunitas masyarakat Aceh
sendiri," kata dia.
Selama masa kerja tiga bulan, Unicef beserta LSM lain dan pemerintah berhasil mereunifikasi
73 anak dengan keluarganya. Jumlah tersebut, kata Puspa Kartika dari LSM Safe The Children
adalah yang berhasil direunifikasi dari 1.210 anak yang terpisah dan tak terdampingi yang
terdata oleh LSM dan pemerintah.
Jumlah 1.210 anak tersebut adalah yang berhasil didata di children center, baik di dalam
aupun di luar. Dari 1.210, anak yang terdaftar paling banyak adalah anak laki-laki yang
mencapai 728 orang. "Dari analisa berdasarkan umur, jumlah anak yang terpisah dan tak
terdampingi paling banyak pada kisaran umur 12-17 tahun," kata Puspa.
Ami Afriatni-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|