|
Nasional
Gerakan Pembaruan PDIP Bentuk Tim Perlawanan
Rabu, 30 Maret 2005 | 21:25 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar Setelah resmi mengajukan gugatan terhadap keabsahan Kongres II PDIP, Gerakan
Pembaruan bersama utusan-utusan kongres yang walk-out, Rabu (30/3) membentuk tim untuk
menjaga kelangsungan perlawanan mereka. Tim terdiri dari tokoh- tokoh Gerakan Pembaruan
dan wakil-wakil dari 9 daerah yang menolak kongres.
Dari tokoh pembaruan antara lain Sukowaluyo Mintohardjo, Didi Supriyanto,
Mochtar Buchori, Postdam Hutasoit dan Mat Alamin. Laksamana yang juga hadir
dalam pertemuan tidak dimasukkan karena kemungkinan masih akan didukung di
arena kongres oleh sejumlah utusan pro-pembaruan yang belum keluar dari
kongres. Sementara itu perwakilan dari 9 daerah antara lain dari Jambi,
Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan,
Aceh, Sumatera Barat dan Sulawesi Utara.
Tugas dari tim ini dalah membuat laporan resmi mengenai peristiwa dalam
kongres yang dinilai sebagai pelanggaran AD/ART dan membuat sebagian utusan
walk out. Yakni, pada Sidang Paripurna I kongres yang membahas Tata Tertib
khususnya pada pasal 7 ayat 1 butir a dan b yang bertentangan dengan pasal
21 AD/ART PDIP. "Kronologi dan alasan-alasan itu kemudian akan disebarkan ke daerah-
daerah," tegas Sukowaluyo Mintohardjo.
Tugas kedua adalah merumuskan bentuk kelembagaan untuk melanjutkan
perjuangan dan mengantisipasi bila gugatan dikabulkan di pengadilan. Bila
dikabulkan berarti Kongres II PDIP harus diulang dan mereka siap untuk
menangani Kongres Luar Biasa itu. "Kita akan benar-benar menyiapkan kongres
yang bermartabat dan demokratis," tegas Sukowaluyo.
Tugas tim yang ketiga adalah melakukan koordinasi ke daerah-daerah dan
mengumpulkan dukungan kader atas perjuangan mereka, baik dari kalangan
struktural maupun non struktural. Dukungan diperlukan karena mereka
berharap, perjuangan ini akan menjadi perjuangan bersama kalangan PDIP yang
menolak pelanggaran mekanisme partai.
Dikonfirmasi mengenai pengunduran diri Guruh dari Gerakan Pembaruan dan
terus maju ke pencalonan di kongres, Sukowaluyo menolak berkomentar. "Itu
hak mas Guruh, kita mempersilahkan dia maju," katanya. Tokoh pembaruan
lainnya Didi Supriyanto menyebut, mereka telah bersepakat untuk melanjutkan
pembaruan dengan strategi masing-masing namun dengan tujuan yang sama.
Rofiqi Hasan-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|