Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

BMG: Cuaca di Nias Tiga Hari Kedepan Buruk
Rabu, 30 Maret 2005 | 21:16 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Kepala Balai Besar BMG Wilayah I Gito Hutapea
menyebutkan keadaan cuaca di Kepulauan Nias, dalam tiga hari kedepan masih
buruk. Curah hujan yang cukup tinggi dan angin kencang
akan terus melanda daerah yang Senin (28/3) lalu dilanda gempa.

Menurut Gito Hutapea pada Maret dan April sebenarnya merupakan masa transisi musim
kemarau dengan musim hujan kecil. Namun karena ada gangguan di Lautan Hindia hingga
pantai barat, maka pada tiga hari kedepan di Nias akan turun hujan. Hal ini diperparah
dengan naiknya suhu laut sehingga memicu penguapan yang akan menimbulkan hujan. "Menurut
catatan kita, suhu laut naik 1 derajat diatas normal,"ujar Gito Hutapea dalam konferensi
persnya di Posko Bencana Lanud TNI AU Polonia Medan, Rabu (30/3) sore.

Gito menjelaskan buruknya cuca akan menimbulkan gangguan penerbangan akibat
terbatasnya jarak padang di atas wilayah Kepulauan Nias. "Ini juga mungkin akan
mempersulit penanganan bencana," katanya. Selain itu, angin kencang di laut sekitar
Nias bisa menimbulkan air naik sekitar 2 hingga 3 meter. "Tapi itu terjadi ditempat
terbuka," kata Gito. Namun demikian ia menjelaskan naiknya air tersebut bukanlah gejala
tsunami, tapi akibat cuaca. "Jadi naiknya air itu karena kondisi cuaca waktu itu," katanya.

Mengenai gempa susulan, BMG mengakui telah terjadi 455 kali setelah gempa utama yang
berkekuatan 8,7. Namun dari jumlah itu yang dirasakan hanya 7 kali.
Sementara terhadap kemungkinan timbulnya gempa dasyat kembali disekitar wilayah
Indonesia, Gito menjawabnya singkat, "Gempa itu bisa diprediksi ada. Yang tidak dapat
dipastikan adalah kapan gempa itu terjadi," katanya.

Hambali Batubara-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pilkadal Nias Selatan Ditunda
Padamnya Listrik Menjadi Kendala Utama
Perempuan 50 Tahun Bertahan di Bawah Reruntuhan
Pengungsi Nias Diminta Turun Gunung
Puting Beliung di Bantul Robohkan Belasan Rumah
Warga Masih Ketakutan, Harga Beras Naik
Alat Deteksi Gempa dan Tsunami Dipasang Sepanjang Sumatera
Baru 17 Mayat Dievakusi di Simeuleu
Akibat Gempa, Pasokan Listrik 6 Kabupaten di Aceh Terganggu
Pemerintah Minta Relawan Koordinasi dengan Posko-Posko
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data