|
Nasional
Guruh "Tinggalkan" Kubu Gerakan Pembaruan
Rabu, 30 Maret 2005 | 18:13 WIB
TEMPO Interaktif, Sanur: Gerakan Pembaruan PDI Perjuangan makin ditinggalkan pendukungnya. Guruh
Soekarnoputra yang sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu jago mereka ternyata
menolak rencana digelarnya konggres tandingan yang tengah digagas kubu penentang Megawati
tersebut. Guruh bahkan mengaku bukan tidak mungkin bila ada tawaran dari kakaknya untuk
menjadi salah satu ketua DPP PDIP, dia akan menerimanya.
"Saya tidak sependapat dengan wacana konggres
tandingan, karena saya tidak ingin PDI Perjuangan
pecah. Saya ingin menjaga persatuan dan kesatuan
sampai kapanpun juga. Jangan hanya karena gara-gara
konggres, PDIP pecah," kata Guruh kepada wartawan, di
Segara Village, Sanur (30/3).
Guruh secara implisit menyatakan kemungkinannya untuk
bergabung dengan Megawati. Menjawab pertanyaan
wartawan apakah akan menerima apabila Megawati
menawari menjadi salah satu pengurus partai, dia
mengatakan bisa menerima tetapi juga bisa pula
menolak. Tetapi dia menyangkal bila dirinya sudah
melakukan deal politik dengan kakaknya. "Terakhir saya
bertemu ya pada saat pembukaan," tukasnya.
Guruh juga mendukung pernyataan kakaknya, Mega, yang
meminta kader partai yang tidak lagi sepakat
dengan keputusan partai mendirikan partai sendiri. Dia
mempersilahkan Gerakan Pembaruan membuat partai
sendiri tetapi dia menolak apabila diajak untuk
bergabung dengan partai baru tersebut. Ditegaskan
bahwa dirinya dengan Gerakan Pembaruan memiliki
kesamaan visi yakni melakukan perbaikan dan pembenahan
partai.
"Bedanya kalau Gerakan Pembaruan kemudian akan
membuat konggres tandingan dan membuat partai menjadi
pecah, serta menandingi mbak Mega dengan presidium,
sedangkan saya tidak setuju dengan kedua hal
tersebut," ujarnya.
Imron Rosyid-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|