|
Nasional
Perempuan 50 Tahun Bertahan di Bawah Reruntuhan
Rabu, 30 Maret 2005 | 17:34 WIB
TEMPO Interaktif, Nias: Seorang perempuan berusia 50 tahun, bertahan hidup tiga hari sejak gempa bumi
berkekuatan 8,7 skala Richter mengguncang pantai barat Sumatera. Yuliana nama perempuan itu,
warga Jalan Sirou No 58, Gunung Sitoli, Nias keluar dari reruntuhan dalam keadaan segar
bugar setelah ditolong aparat TNI. Dari badannya tidak terlihat lecet sedikit pun.
Saat gempa meluluhlantakkan Nias, Senin (28/3) sekitar pukul 23.00, Yuliana sudah tidur.
Dia tiba-tiba kejatuhan plafon atap kayu rumahnya yang berlantai dua dan lampu padam seketika. Di rumah itu, Yuliana tinggal
bersama saudara laki-laki bernama Gatian, istri Gatian, dan keponakannya yang bernama Alex.
Ketika diwawancarai, Ia terus meraung-raung ketika diingatkan kondisi saudaranya itu yang
hingga kini masih tejebak dalam reruntuhan.
Adapun Alex, 27 tahun, berhasil keluar sendiri dari reruntuhan rumah kemarin pagi.
"Saya keluar setelah melihat ada cahaya melingkar kecil," kata Alex. Ia merayap dengan
menggeser perutnya menuju arah cahaya. Pada saat itu, Ia mendengar suara teriakan dari
orang-orang di sekitar rumah yang dijadikan toko bangunan dan alat nelayan untuk menanyakan
apakah rumah berlantai dua runtuh itu ada penghuninya. "Saya dan kedua orang tua saya
sempat berteriak, tapi kayaknya mereka tidak dengar, sehingga mereka pergi," kata Alex.
Menurut Alex kondisi ayahnya sudah tidak bernafas dalam posisi berjongkok karena sempitnya
ruangan yang bebas dari reruntuhan. "Mungkin kehabisan nafas karena asap tiner. Kalau ibu
mungkin masih hidup tapi kecil kemungkinannya," kata Alex.
Alex menjelaskan, pada saat gempa mengguncang, Ia sempat melihat ayahnya, Gatian membuka
grendel pintu untuk menyelamatkan diri. Namun tindakan itu terlambat, tembok roboh
sehingga menjepit keempat penghuni rumah.
Istiqomatul Hayati-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|