Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Guruh Ditawari Pimpin PNI Marhaenisme
Rabu, 30 Maret 2005 | 16:56 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri mengajak adik bungsunya, Guruh Soekarnoputra untuk bergabung ke dalam partainya. Guruh diminta memimpin PNI Marhaenisme pada saat kongres bulan Juni mendatang. Menurutnya, Guruh tidak mungkin mengalahkan Megawati dalam kongres PDIP karena kakaknya yang ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut masih terlalu kuat.

“Sebelum konggres pun saya minta Guruh agar keluar dari PDIP saja,” katanya kepada wartawan di Hotel Segara Village Sanur, Bali, Rabu (30/3).

Menurut Sukma, sebagai anak laki-laki Bung Karno sepantasnya kalau Guruh yang memimpin PNI Marhaenime. Sebab PNI Marhaenisme merupakan partai warisan yang sah dari ayahnya. “Saatnya Guruh berjuang di luar PDIP dan masuk ke PNI Marhaenisme yang merupakan warisan Bung Karno,” tukas Sukma.

Guruh yang berada disamping Sukma tersenyum mendengar ajakan kakaknya tersebut. Saat ditanya wartawan apakah dia akan menerima tawaran tersebut, Guruh hanya menjawab, “Akan saya pertimbangkan.”

Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dua orang Satgas PDI Perjuangan dengan pakaian yang berbeda di depan ruang klarifikasi anggota / peserta Kongres I PDI Perjuangan di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah tanggal 26 Maret - 1 April 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/217/2000; 2000/07/04]. Seorang kakek penggembira/pendukung PDI Perjuangan saat pembukaan kongres PDI Pejuangan I di Hotel Patra Semarang yang berlangsung tanggal 26 Maret - 1 April 2000 [ Rini PWI/TEMPO; 30D/202/2000; 20000703 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gerakan Pembaruan Belum akan Bikin Partai Baru
Ada Desakan Buat Kongres Tandingan
Pertanggungjawaban Megawati Tertutup Bagi Media
Megawati Digugat
Pimpinan Cabang Sulsel Walk Out dari Kongres PDIP
Mega Tolak Gagasan Gerakan Pembaruan
Akbar Tanjung: Sebaiknya Gerakan Pembaruan Diakomodasi
Pembukaan Konggres PDIP Molor
Cegah Deadlock, Pimpinan Pusat Kumpulkan Ketua PDIP Daerah
Calon Ketua Umum PDIP Tidak Harus Peserta Kongres
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data