Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

LSM Pertanyakan Penambahan Komando Teritorial
Rabu, 30 Maret 2005 | 16:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan pengamat militer yang tergabung dalam Koalisi untuk Keselamatan Masyarakat Sipil mempertanyakan pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat Letnan Jenderal Djoko Santoso, pada 22 Maret lalu di hadapan Komisi I DPR, yang menyebut adanya tambahan 22 markas komando teritorial. Menurut Koalisi menilai, alasan dan penilaian Djoko telah melewati batas kewenangannya.

Djoko kala itu beralasan, penambahan komando teritorial itu didasarkan pada pertimbangan, belum mampunya TNI dalam menerapkan pola pertahanan sebagai negara kepulauan yang dipersiapkan untuk menghadapi perang konfensional. Karenanya, kata Djoko, strategi pertahanannya harus tetap bertumpu ke darat.

Menurut Koalisi, kalau kemampuan pertahanan saat ini belum mencukupi ke arah postur pertahanan yang tertumpu pada maritime based, seharusnya langkah yang harus dilakukan adalah melakukan efektifitas penggunaan anggaran. Langkah penambahan komando teritorial, menurut mereka, justru memboroskan penggunaan anggaran.

Mereka menolak pengembangan komando teritorial dan menuntut pemerintah segera melakukan peninjauan ulang strategi pertahanan, salah satunya mengkaji keberadaan struktur teritorial, dan mengganti dengan konsep lain yang lebih efektif.

Mereka yang tergabung dalam Koalisi adalah Rahland Nasidhik dari Imparsial, Andi Wijayanto dari Fisip UI, Amirudin dari ELSAM, Munarman dari YLBHI, Usman Hamid dari Kontras, Jaleswari Pramudawardani dari LIPI, dan Zumrotin K.S dari Komnas HAM.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Tempat tinggal (rumah) Achmad Kandang yang dibakar oleh prajurit TNI di Kampung Kandang, Lhokseumawe, Aceh, 1999. [ TEMPO /Setiyardi; 33D/261/1999; 20020729 ] Seorang pemuda yang diduga pengikut Achmad Kandang (tokoh GAM) ditangkap oleh prajrit TNI AD di Kampung Kandang, Aceh, 1999. [TEMPO/ Setiyardi; 33D/261/1999; 20020729]
Rumah Achmad Kandang
Anggota GAM
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tak Ada Kodam di Provinsi Irian Jaya Barat
Panglima TNI Tutup Program Bakti Masyarakat
Tutut Membantah Punya Peran dalam Pembelian Tank Scorpion
Warga Batam Bentuk Pejuang Siliwangi Indonesia
TNI Berencana Bentuk Divisi Kostrad di Sorong
Pemerintah Dirikan Peace Keeping Training Center
TNI Identifikasi Kapal Perompak Berasal dari Malaysia
Dugaan Korupsi di Dephan Dilaporkan BPK ke DPR
Menkeu : Belum Ada Pengajuan Anggaran dari TNI
Panglima TNI Harapkan Penyelesaian Diplomasi
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data