Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Minta Relawan Koordinasi dengan Posko-Posko
Rabu, 30 Maret 2005 | 13:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah meminta semua pihak yang membantu menangani gempa Nias agar berkoordinasi dengan posko-posko yang disediakan pemerintah. "Agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan kualitas bantuan merata di daerah yang terkena gempa. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan," ujar Sekretaris Menko Kesra, Soetedjo Yuwono, ketika ditemui Tempo di ruang kerjanya, Rabu (30/3).

Posko-posko tersebut, diharapkan Soetedjo, dapat menjadi pelayanan satu pintu. Untuk itu, dia juga meminta agar posko-posko bersikap proaktif berkomunikasi dengan para relawan. "Posko juga harus kuat dengan informasi dan peta lapangan," kata Soetedjo.

Hingga pukul 20.00 WIB Selasa (293) malam, Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat mencatat sejumlah posko yang mulai bergerak, seperti Posko Sibolga (Sumatera Utara), dan posko Nias. Posko di Jakarta dipusatkan di Bakornas.

Hingga hari ini, pemerintah mencatat sejumlah relawan asing dan dalam negeri yang mulai bergerak memberi bantuan. Dari luar negeri, ujar Soetedjo, bantuan mengalir dari negara-negara seperti Hungaria, Singapura, Malaysia, Prancis, dan Australia serta beberapa lembaga di bawah PBB seperti, WFP, WHO, dan UNICEF. Dari dalam negeri bantuang bersumber dari PMI, Bulan Sabit Merah, PKS, serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat.

Bantuan diprioritaskan untuk pemberian bahan makanan, obat-obatan, air bersih, dan alat-alat berat. Departemen Sosial misalnya, memberikan beras dari cadangan yang ada di Sumatera Utara dan Nias sendiri. Departemen Kesehatan dan PMI memberikan bantuan obat-obatan dan air bersih. Departemen Pekerjaan Umum, hari ini membawa peralatan untuk pengadaan air bersih, dan menyediakan 20 unit tanki air. Departemen PU, juga menambah xcavator dari Sumatera Utara, yang menambah tiga xcavator yang sebelumnya sudah ada di Nias.

Menurut Soetedjo, TNI telah menyediakan rumah sakit lapangan di Nias. Sejumlah petugas medis seperti Mer-C dan WHO, pun sudah turun membantu. "Rencananya besok pagi pemerintah akan mengirim 160 ton bahan makanan dan air bersih dari Tanjung Priok dengan menggunakan kapal laut yang disediakan Departemen Perhubungan. Kapal tersebut rencananya tiba dalam dua hari lagi," kata dia.

Pemerintah mencatat jumlah korban terkini akibat gempa mencapai 318 jiwa. Sebanyak 17 orang menjadi korban di Pulau Simeulue, 13 orang meninggal karena reruntuhan, dan empat lainnya meninggal di rumah sakit.

Jumlah korban di Nias mencapai 300 jiwa, 100 orang di Nias Selatan dan 200 orang di Nias Utara. Di Pulau Sibolga hanya satu orang yang meninggal. "Kebanyakan korban menderita luka-luka karena tertimpa reruntuhan. Beda dengan bencana di Aceh yang semua korban meninggal dunia karena tersapu gelombang," kata Soetedjo.

Ami Afriatni

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi Eropa Siap Bantu Nias
1.171 TNI Pasukan TNI AD Diterjunkan ke Nias
TNI AL Kirim Empat KRI dan 120 Prajurit ke Nias.
Tiga Helikopter Chinook Singapura Tiba di Medan
Identifikasi Pemerintah soal Kerusakan di Nias
Pemerintah Siapkan Dana Berapapun untuk Nias dan Simeleu
Presiden Perintahkan Semua Instansi Bantu Nias
Jaringan Listrik di Nias dan Simeuleu Rusak
Gubernur Sumatera Utara Tetapkan Tahap Penyelematan di Nias
Militer Singapura dan Spanyol Bantu Nias
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data