|
Nasional
Indonesia Perlu Solusi Komprehensif dalam Manajemen Air dan Air Limbah
Rabu, 30 Maret 2005 | 12:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia memerlukan solusi komprehensif dalam manajemen permasalahan air dan air limbah. Bila instansi terkait kurang memahami permasalahan ini mengakibatkan minimnya warga Indonesia yang belum memiliki akses air bersih dan sanitasi.
"Pemerintah daerah masih kesulitan dalam penyediaan fasilitas yang baik pada pengadaan air," ujar Rachmat Witoelar, Menteri Lingkungan Hidup dalam sambutannya pada seminar Towards a Sustainable Development of Water and Wastewater Management di Jakarta Convention Center, Rabu (30/3). Padahal, menurutnya, dengan desentralisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai salah satu pengelola masalah air di daerah menjadi lebih independen dalam pembuatan kebijakan.
Menurutnya, kesulitan daerah ini dapat terlihat dari besarnya persentase penduduk yang belum memiliki akses sanitasi dan air bersih, yaitu sebesar 60 persen yang terutama di daerah miskin dan pedesaan. "PDAM masih kesulitan mengembangkan sistem untuk memperluas area pelayanannya," katanya.
Lebih lanjut ia mengharap dengan adanya seminar dan diskusi ini, dapat membantu menurunkan strategi dan opsi bagi manajemen air di Indonesia. "Kita masih perlu pertukaran pengetahuan dengan negara lain yang lebih pengalaman," ujarnya lagi.
Indonesia sendiri, menurutnya, selama ini telah menjalin kerjasama dengan KFW, sebuah lembaga kredit di Jerman yang memberi pinjaman lunak bagi perusahaan yang ingin mengolah limbah. Disamping itu, menurutnya, Indonesia juga menjalin kerjasama dalam bidang mengetahui teknis. "Sekarang sudah masuk fase kedua," ujarnya.
Rinaldi Dorasman
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Tempat penyaringan air minum di instalasi produksi I, Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM DKI Jakarta, 20 November 2000 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/163/2001; 20010315].](/hg/photostock/2005/02/04/s_32d16303_high_thumb.jpg) |
![Tambak ikan yang tercemar akibat limbah dari pabrik Mobil Oil di Landing, Loksukon, Banda Aceh. [TEMPO/ Munawir Chalil; 07D/308/1992; 20040717].](/hg/photostock/2005/01/18/s_07D30803_high_thumb.jpg) |
|
|
| Pencemaran Limbah Mobil Oil
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|