Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tim Penyidik Kasus Munir Belum Ambil Bukti di Deplu
Rabu, 30 Maret 2005 | 11:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Hingga hari ini, tim penyidik belum mengambil dokumen hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terbunuhnya Munir yang dilakukan pihak pemerintah Belanda, di Departemen Luar Negeri. Padahal dokumen tersebut sudah diterima pemerintah Indonesia melalui Departemen Luar Negeri, pada 22 Maret lalu. "Dokumen sudah diterima dan dilegalisir KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Belanda," kata Direktur Eropa Barat Departemen Luar Negeri Retno Marsudi kepada Tempo, Rabu (30/3), di Jakarta.

Deplu, menurut Retno, juga sudah mengirimkan pemberitahuan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dengan tembusan kepada Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri.

Menurut Retno, Deplu hanya bertindak sebagai fasilitator untuk melobi pemerintah Belanda. Setelah semua dokumen hasil olah TKP dan sisa organ tubuh Munir diserahkan kepada pemerintah Indonesia, maka bukti-bukti tersebut segera dilimpahkan kepada penyidik.

Retno menambahkan dokumen hasil olah TKP tersebut menggunakan bahasa Belanda. Sehingga nantinya harus diterjemahkan ke bahasa Indonesia. "Ttentunya dilakukan ahli bahasa, dengan di bawah sumpah," paparnya

Mengenai sisa organ tubuh Munir, Retno menjelaskan, pemerintah Belanda sudah menyerahkan kepada KBRI di Belanda. Namun, karena KBRI tidak mempunyai alat menyimpan sisa organ tubuh tersebut, pemerintah Indonesia untuk sementara menitipkan kepada NFI (Netherland Forensik Institute). "Karena sisa organ ini kan harus disimpan ditempat khusus," ungkapnya.

Aktivis hak azasi manusia Munir meninggal di atas pesawat Garuda Indonesia, yang terbang dari Jakarta menuju Amsterdam, Belanda. Setelah mendarat di Bandara Schipol, otoritas Belanda segera melakaukan olah TKP. Tidak itu saja NFI juga melakukan otopsi atas jasad Munir. Hingga saat ini dua potong organ tubuh Munir masih berada di Belanda.

Erwin Dariyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912]. Direktur Program Imprasial, Rachland Nashidik (kiri)  dan Direktur Eksekutif Imparsial, Munir saat konferensi pers menanggapi pernyataan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra, di kantor Imparsial Jl. Diponegoro, Jakarta, Jumat, 12 September 2003.  [TEMPO/Agung Rahmadiansyah; K18A/423/2003; 20030912].
Rachland Nashidik dan Munir
Rachland Nashidik dan Munir

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BIN Segera Ketemu TPF Munir
Satu Lagi Pejabat Garuda Diperiksa
Pengacara Poly: Klien Saya Bertugas Atas Perintah Atasan
Pembunuh Munir Tak Akan Dihukum Mati
TPF Munir akan Panggil Direksi Garuda Baru
BIN Seharusnya Membuat Pernyataan Tidak Terlibat Pembunuhan Munir
Kepala BIN: Belum Ada Bukti Keterlibatan BIN
Kini Giliran Orang-orang Garuda
Beberapa Orang BIN Terlibat Pembunuhan Munir
Pemerintah Sudah Terima Hasil Olah TKP dari Belanda
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data