Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pertanggungjawaban Megawati Tertutup Bagi Media
Selasa, 29 Maret 2005 | 15:01 WIB

TEMPO Interaktif, Sanur: Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan periode 2000-2005 dibacakan secara tertutup dari peliputan media massa, Selasa (29/3). LPJ yang berisi kinerja kepengurusan Megawati Sukarnoputri tersebut dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Sutjipto di ruang Agung hotel Inna Grand Bali Beach. Pengurus DPP PDIP yang kini telah berstatus demisioner baru mengundang masuk wartawan ke ruang kongres setelah pembacaan LPJ selesai.

Menurut Wakil Sekjen demisioner, Pramono Anung, pembacaan LPJ sengaja dilakukan tertutup karena di dalamnya menyangkut pelaporan soal keuangan partai. Wartawan sempat memprotes pelarangan meliput tersebut. "Harus tertutup dong, karena di dalam LPJ itu juga melaporkan keungan partai yang tidak boleh diketahui publik," kata Pramono.

Sikap tertutup pengurus dalam penyampaian LPJ tersebut dikritik oleh Kwik Kian Gie dan Roy B.B. Janis. Roy heran, mengapa laporan pertanggungjawaban yang seharusnya diketahui oleh konstituen PDIP itu justru dibacakan secara tertutup. "Golkar saja yang disebut-sebut partainya Orde Baru, pembacaan LPJ nya terbuka untuk umum. Entah mengapa PDIP justru tertutup. Saya heran," kata Roy yang juga salah seorang Ketua DPP ini.

Kwik Kin Gie yang dikenal sebagai motor gerakan pembaruan juga menyesalkan ketertutupan pengurus. Menurut Kwik, dalam hal ini PDIP kalah demokratis dibanding Partai Golkar. "Golkar saja berani terbuka,
kenapa PDIP tidak. Kalau begitu kita kalah demokratis namanya," sesal Kwik.

Sementara itu Megawati Sukarnoputri dalam keterangan persnya mengatakan, kegagalan PDIP dalam dua pemilu tahun lalu karena kader-kadernya tidak mampu mengemban amanat Kongres I di Semarang lima tahun silam. Saat itu kongres PDIP mengamanatkan agar DPP PDIP memenangkan pemilu 2004 dan mengusung Megawati sebagai presiden RI 2005-2009.

Ada dua faktor yang menyebabkan amanat kongres tidak bisa terlaksana. Pertama, faktor eksternal karena persipan pemulu yang sangat singkat, hanya delapan bulan. Kemudian faktor internal karena partainya telah mengalami perubahan orientasi kerakyatan terutama para kader PDIP yang menjadi pejabat publik.

"Secara obyektif saya harus sampaikan, kita belum mencapai fase sebagai partai modern yang ideal tetapi secara bertahap justru kehilangan wataknya sebagai partai kerakyatan," kata Mega.

Kukuh S. Wibowo/Imron Rosyid/Purwanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dua orang Satgas PDI Perjuangan dengan pakaian yang berbeda di depan ruang klarifikasi anggota / peserta Kongres I PDI Perjuangan di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah tanggal 26 Maret - 1 April 2000 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/217/2000; 2000/07/04]. Seorang kakek penggembira/pendukung PDI Perjuangan saat pembukaan kongres PDI Pejuangan I di Hotel Patra Semarang yang berlangsung tanggal 26 Maret - 1 April 2000 [ Rini PWI/TEMPO; 30D/202/2000; 20000703 ]
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Megawati Digugat
Utusan Kongres Gugat Panitia Kongres PDI Perjuangan
Palsukan Identitas Kongres, Aktivis PDIP Surabaya Diadukan ke Polisi
Ratusan Massa Pro Mega Kembali Menggelar Unjuk Rasa
Pimpinan Cabang Sulsel Walk Out dari Kongres PDIP
Mega Tolak Gagasan Gerakan Pembaruan
Akbar Tanjung: Sebaiknya Gerakan Pembaruan Diakomodasi
Polisi Bali Sita 450 Sangkur dari Massa PDI Perjuangan
Pembukaan Konggres PDIP Molor
Cegah Deadlock, Pimpinan Pusat Kumpulkan Ketua PDIP Daerah
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data