Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Palsukan Identitas Kongres, Aktivis PDIP Surabaya Diadukan ke Polisi
Selasa, 29 Maret 2005 | 13:06 WIB

TEMPO Interaktif, Sanur: Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Surabaya melaporkan Zulfi Aswan, salah seorang utusan Kongres PDIP, ke Polwiltabes Surabaya dan Polwiltabes Bali. Pasalnya, Zulfi dituduh telah memalsu identitas agar dapat masuk menjadi utusan Kongres.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Saleh Ismail Mukadar
mengtakan, Zulfi masih tercatat sebagai anggota PDIP
Surabaya. Sampai saat ini yang bersangkutan juga masih
berdomisili di Surabaya. Dalam Kongres kali ini, Zulfi
tidak termasuk empat orang utusan yang dikirim DPC
PDIP Surabaya ke Kongres II PDIP di Hotel Inna Grand
Bali Beach, Sanur.

Namun Zulfi bisa masuk ke ruang kongres menggunakan
kartu utusan dari Aceh Utara. "Zulfi jelas-jelas telah
memalsu identitas. Kami sudah mengadu ke polisi dan
melaporkan ke panitia kongres agar dia dikeluarkan,"
kata Saleh kepada Tempo di Sanur, Selasa (29/3).

Menurut Saleh, ketika Kongres PDIP di Semarang 2000 lalu Zulfi juga memalsu identitas. Ia masuk ke Kongres dengan memakai kartu utusan dari Kediri. Karena tindakan Zulfi dianggap telah melanggar disiplin partai, Saleh mengusulkan agar keanggotaannya di PDIP dicabut. "Dulu kami masih memberi toleransi, tapi sekarang partai harus bersikap tegas. Bila perlu dipecat saja dia," kata Saleh bersungut-sungut.

Menanggapi gertakan pengurus DPC Surabaya, Zulfi
tenang-tenang saja. Menurutnya, ia bebas dikirim oleh
DPC mana saja. Tentang penggunaan identitas Aceh Utara, Zulfi beralasan ia pernah lama tinggal di daerah itu. Ia juga membantah tuduhan telah memalsu identitas. "Kartu Tanpa Anggota (KTA) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saya masih asli Aceh Utara. Mana yang saya palsu?" kata Zulfi.

Zulfi mengatakan memilih Aceh Utara karena di Surabaya
dia merasa sudah disingkirkan. Padahal, Zulfi pernah
ikut berkorban saat aktivis PDI pro Megawati dikejar-kejar tentara pada 1996. Bahkan ia pernah menjadi salah satu pendiri gerakan Perjuangan Rakyat untuk Reformasi Total (PRRT), wadah gerakan massa PDI pro Mega.

Namun klaim Zulfi soal KTP dibantah Saleh. Menurutnya,
saat mendaftar menjadi calon Wali Kota Surabaya, Zulfi
menggunakan KTP Surabaya.

Kukuh S. Wibowo /Imron Rosyid

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ratusan Massa Pro Mega Kembali Menggelar Unjuk Rasa
PDIP Tak Rekomendasikan GRAy Koes Jadi Calon Bupati
Pimpinan Cabang Sulsel Walk Out dari Kongres PDIP
Mega Tolak Gagasan Gerakan Pembaruan
Akbar Tanjung: Sebaiknya Gerakan Pembaruan Diakomodasi
Polisi Bali Sita 450 Sangkur dari Massa PDI Perjuangan
Pembukaan Konggres PDIP Molor
Cegah Deadlock, Pimpinan Pusat Kumpulkan Ketua PDIP Daerah
Massa PDIP Pendukung Mega Padati Arena Kongres
Sophan dan Arifin Panigoro Mundur
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data