Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kota Besar Diwajibkan Punya Sitem Pengelola Sampah
Selasa, 29 Maret 2005 | 04:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kota-kota besar dan metropolitan akan diwajibkan memiliki sanitary landfill dalam pengelolaan
sampahnya. Hal ini sebagai bagian dari upaya penanganan masalah sampah di Indonesia.
"Saya usulkan agar ini masuk dalam RUU sampah," ujar Gempur Adnan, Deputi II Kementrian
Lingkungan Hidup (KLH) Bidang Peningkatan Kapasistas Pengelolaan Lingkungan Hidup
Kewilayahan.

Menurut Gempur, dengan masuknya kewajiban ini dalam RUU tersebut, akan menjadi kekuatan
hukum yang kuat dalam manajemen pengelolaan sampah di Indonesia ke depan. Dijelaskan,
ditinjau dari banyaknya penduduk, metropolitan adalah kota berpenduduk satu juta lebih.
Sedangkan yang termasuk dalam kota besar, penduduknya berkisar antara 500 ribu hingga 1
juta.

Disamping itu, menurutnya, masuknya usulan ini dalam penyusunan RUU tersebut, juga
disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Air Minum yang sebelumnya telah
dibuat. Dalam PP tersebut, menurutnya lagi, terdapat kewajiban bagi kota metropolitan dan
kota besar untuk memiliki sanitary landfill. "Hanya saja PP tersebut memang belum
ditandatangani," ujarnya kepada Tempo, Senin (28/3).

Lebih lanjut ia menuturkan, setidaknya terdapat tiga hal yang perlu dicermati dalam
pembuatan sanitary landfill ini. Pertama, menyangkut pilihan lokasi yang harus disesuaikan
dengan karakter sanitary landfill. Kemudian, bangunan dan operasionalnya pun harus
dipastikan benar menggunakan sistem yang sama. "Kalau dibuat sembarangan, tidak akan ada
bedanya dengan sistem sebelumnya," ujarnya.

Namun demikian, ia mengatakan, faktor biaya investasi masih menjadi kesulitan untuk
mewujudkan hal tersebut. Menurut perhitungannya, untuk 1.500 meter kubik sampah, memerlukan
biaya sejumlah 57 miliar dalam pembangunan tempat pengolahan sampahnya. Sedangkan biaya
operasional dan pemeliharaannya sendiri mencapai kisaran 17 miliar dan membutuhkan lahan
seluas 20-30 hektar. "Ini untuk proyeksi sepuluh tahun," ujarnya.

Menyiasati besarnya investasi tersebut, dirinya mengaku, KLH tengah menyiapkan rancangan
tempat pengolahan akhir (TPA) regional. Konsep ini, menurutnya, merupakan TPA yang
digunakan berbarengan diantara kota-kota yang secara geografis berdekatan. "Jadi pembiayaan
dan pengelolaannya akan ditanggung berbarengan pula," ujarnya.

Dirinya sendiri bersama beberapa instansi terkait lainnya dan ahli persampahan sedang
merampungkan perhitungan perkiraan seluruh biaya yang dibutuhkan dalam pembangunan TPA
Regional tersebut. Nantinya, menurut Gempur, hasil perhitungan tersebut akan diajukan
kepada Wakil Presiden dalam waktu dekat. "Sekarang masih dalam tahap koreksi, masih ada
yang mesti diperbaiki," ujarnya.

Rinaldi D Gultom - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penduduk melihat saluran limbah pabrik karet PTP XVIII Danau Salak, Kalimantan Selatan, 1993. [TEMPO/ Almin Hatta; 15D/217/1993; 20021001]. Pemukiman kumuh pemulung di sekitar tempat pembuangan sampah/ TPA Bantar Gebang, Bekasi, 23 April 2001. [TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/188/2001; 20010501].
Limbah Pabrik Karet PTP XVIII
TPA Bantar Gebang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Lahan Basah Terus Berkurang
Ratusan Warga Bojong Minta Jaminan Keamanan ke Mabes Polri
DPRD Batam Curigai Hasil Tes Labfor Polri Medan
Korban Longsor TPA Leuwigajah Tuntut Ganti Rugi
Kementerian Lingkungan Hidup Butuh 3.000 Penyidik
Tim Minta Pertahankan TPST Bojong dalam Status Quo
Pertemuan Konvensi Basel Urung Dilakukan
Gagal Balikkan Limbah, Menteri LH Tempuh Jalur Diplomatik
Penyelesaian Limbah B3 Sedang Dibahas
Polda Tak Tangani Perkara Limbah B3
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data