|
Nasional
Gujarat Bisa Jadi Contoh Pembangunan Rumah di Aceh
Senin, 28 Maret 2005 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: LSM Abhiyan dari India menyarankan agar pemerintah Indonesia menyerahkan
pembangunan kembali perumahan rakyat Aceh kepada masyarakat Aceh sendiri. "Pembangunan
dilakukan oleh masyarakat melalui pendekatan oleh pemerintah dan pihak donor," kata Sandeep
Virmani dari LSM Abhiyan saat diskusi yang diadakan CSIS bertajuk Mencari Konsep
Rekonstruksi Aceh Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Gedung CSIS, Jakarta, Senin (28/3).
Konsep ini, menurut Sandeep, berhasil di India khususnya Gujarat setelah daerah ini
dihantam gempa bumi tahun 2001 lalu. Gempa berkekuatan 6,9 skala Richter ini menewaskan
sekitar 8.000 jiwa.
Dalam waktu enam bulan pascagempa, masyarakat dengan menggunakan konsep ini berhasil
membangun kembali 22 ribu rumah di 240 daerah di Gujarat. "Masyarakat dibantu dengan LSM
berhasil menerapkan konsep pemberdayaan ini," kata Sandeep.
Peran pemerintah, kata Sandeep, sangat diperlukan dalam mengkoordinasikan LSM-LSM ini.
Menurut Sandeep, sebanyak 450 LSM membantu daerah ini dalam tahap tanggap darurat dan 250
LSM terus membantu memasuki fase rehabilitasi. "Harus ada kementerian yang bertanggung
jawab terhadap LSM-LSM ini," katanya.
Bahkan, LSM Abhiyan sempat mengadakan survei pascarehabilitasi. Hasilnya sebanyak 61 %
responden yang bekerja sama dengan LSM merasa puas atas pembangunan rumah mereka dan 90 %
yang membangun sendiri merasa puas atas kerja mereka.
Dengan anggaran US$ 178 untuk tiap rumah, masyarakat Gujarat dapat membeli bahan dasar
bangunan untuk rumah mereka. Pemerintah menyediakan 3 bahan dasar bangunan seperti semen,
bambu dan ubin. Sandeep juga menyarankan agar peran bank dapat diperkuat dalam konsep ini.
"Agar dapat meminimasi korupsi dalam tahap rehabilitasi ini," ujarnya.
Ami Afriatni - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|