|
Polisi Bali Sita 450 Sangkur dari Massa PDI Perjuangan
Senin, 28 Maret 2005 | 17:50 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:
Masuknya massa PDI Perjuangan dari berbagai daerah ke lokasi Kongres II PDIP di sekitar Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, membuat Kepolisian Daerah Bali harus bekerja ekstra waspada. Pasalnya, tak sedikit dari ribuan massa yang datang itu membawa senjata tajam.
Menurut Kapolda Bali, Irjen Polisi I Made Mangku Pastika, dalam dua hari terakhir ini pihaknya telah menyita 450 buah sangkur dari massa PDIP. "Kalau niatnya ikut kongres, ngapain bawa sangkur segala," kata Pastika kepada Tempo di Denpasar, Senin (28/3).
Menurut bekas ketua tim investigasi kasus bom Bali ini, ratusan sangkur tersebut disita dari berbagai lokasi, antara lain Gilimanuk, Denpasar, dan Tabanan. Meski demikian, sejauh ini belum ada massa PDIP itu yang ditahan. "Mereka kami lepas setelah menyerahkan senjatanya. Tapi jika menolak, kami akan proses secara hukum," ujar Pastika.
Polda Bali, kata dia, juga bekerja sama dengan Polda Jawa Timur untuk merazia senjata tajam di pelabuhan penyeberangan Ketapang, Banyuwangi. Namun meski Polres Banyuwangi telah melakukan razia secara ketat, faktanya masih banyak senjata yang lolos hingga ke Bali. "Karena itu kami akan melakukan razia secara berlapis-lapis," kata Pastika lagi.
Selain merazia massa pendatang, Polda Bali juga disibukkan oleh kemacetan lalu lintas akibat banyaknya bus dan kendaraan pribadi massa PDIP yang parkir di sekitar hotel. Kemacetan terparah terjadi di ruas-ruas jalan menuju Sanur, seperti di Jl. Hayam Wuruk, Jl. Hangtuah, maupun Jl. Bay Pass.
Dari pantauan polisi, sekitar 300 bus milik massa PDIP telah memasuki Bali sejak Sabtu dua hari lalu. "Untuk mengantisipasi kemacaten, saya telah menambah personil
polisi lalu lintas," ujar Pastika. Kukuh S Wibowo, Imron Rosyid, Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|