Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Desa di Nagan Raya Aceh Mulai Buat Peta Pemukiman
Senin, 28 Maret 2005 | 17:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Memasuki fase rekontruksi, sejumlah warga Aceh mulai membangun desa mereka
secara swadaya. Hal ini misalnya dilakukan warga beberapa desa di Kabupaten Nagan Raya
yang dijadikan pilot project dan dibantu oleh LSM Koalisi Masyarakat Sipil (KMS).

Ade Amiruddin, Keuchik (kepala desa) Desa Kuala Tadu, Kabupaten Nagan Raya mengaku pihaknya
sudah membuat peta desa yang dibantu KMS. Menurut Ade, setelah pemetaan masyarakat
menetapkan jarak 500 meter dari pantai tidak layak huni. "Kami akan menanaminya dengan
pohon-pohon kelapa yang berfungsi sebagai penahan gelombang," kata Ade yang berbicara
dalam diskusi yang diadakan CSIS berjudul Mencari Konsep Rekonstruksi Aceh Melalui
Pemberdayaan Masyarakat di dedung CSIS, Jakarta, Senin (28/3).

Di Desa Lhoke, warga akan menanam pohon cemara, kelapa, dan kelapa sawit sebagai benteng
alami penahan gelombang tsunami. Selain itu masyarakat Desa Lhoke juga akan menanam
semangka sebagai mata pencaharian penduduk.

Dari pemetaan yang dibuat masyarakat di tiap desa, ada kesamaan yakni perencanaan untuk
membuat jalan penyelamatan (escape road) yang menuju kota, jika bencana tsunami melanda lagi.
Jalan ini juga menjadi bagian dari konsep mitigasi yang ditetapkan pemerintah selain
bangunan penyelamatan (escape building).

Emmy Hafid dari KSM menyatakan saat ini kendala yang dihadapi masyarakat adalah harga bahan
bangunan yang melonjak. Padahal anggaran yang disediakan pemerintah untuk membangun rumah
masyarakat hanyalah Rp 28 juta untuk tiap rumah tipe 36. "Kami memerlukan peran Pemerintah
Provinsi NAD sebagai regulator untuk mengontrol harga bahan-bahan bangunan ini," katanya.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Perekonomian Bappenas, Bambang Widianto menjelaskan untuk
mengatasi hal ini pemerintah telah membentuk Badan Pelaksana Rekonstruksi Aceh. "Ini upaya
pemerintah pusat sebagai by pass pelaksanaan rekonstruksi Aceh untuk menghindari campur
tangan Pemda yang memandang fase ini sebagai proyek," kata Bambang dalam diskusi itu.

Ami Afriatni - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Negara (Meneg) Perencanaan Pembangunan/ Kepala Bappenas, Kwik Kian Gie dalam rapat kerja dengan anggota  Komisi IX DPR di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 11 November 2003. Dalam rapat Kwik meminta komisi IX mengambil inisiatif membuat RUU Bappenas. [TEMPO/ Santirta M; K19a/483/03; 20031111].
Kwik Kian Gie

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Berdayakan Masyarakat Dalam Rekonstruksi Aceh
Wapres Serahkan Rancangan Master Plan Rekonstruksi Aceh
Wapres Jusuf Kalla Gelar Rapat Tiga Bulan Pascatsunami
Panglima TNI Tutup Program Bakti Masyarakat
PBB: Kami di Aceh Sampai Pekerjaan Selesai
Calon Kepala Badan Pelaksana Rekonstruksi Aceh Harus PNS
Belanda Hibahkan US$ 22 Juta untuk Program Air Bersih
KPK Minta Rekonstruksi Aceh Ditenderkan
Mendagri Diminta Berperan dalam Rekonstruksi Aceh
Pemerintah Akan Keluarkan Perpu Soal Tanah di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bank Indonesia Dinilai Gagal Kawal Rupiah
Surat Suara Pilwali Kediri Nyaris Mencapai 1 Meter
Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data