Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Berdayakan Masyarakat Dalam Rekonstruksi Aceh
Senin, 28 Maret 2005 | 15:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan memberdayakan masyarakat Aceh dalam tahap rekonstruksi pasca bencana gempa dan tsunami Desember lalu. “Setelah dilakukan survei yang menanyakan apakah masyarakat ingin pindah ke tempat lain atau kembali ke tempat asalnya, mereka memilih kembali ke daerah masing-masing,” ujar Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen Pekerjaan Umum, Junius Hutabarat dalam diskusi yang bertajuk “Mencari Konsep Rekonstruksi Aceh Melalui Pemberdayaan Masyarakat” di Jakarta, Senin (28/3). “Karena itu masyarakat sendiri yang akan membangun kembali dan menata ulang daerah masing-masing,” ujar

Pemerintah sendiri, kata Junius, telah membuat zonasi provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pasca bencana. Ada tiga zona sesuai dengan tingkat bahayanya. “Daerah yang tidak layak huni, daerah yang memiliki resiko sedang, dan daerah yang aman untuk dihuni,” jelasnya.

Menurut Junius, proses pembangunan hunian masyarakat sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. “Pemerintah hanya mendampingi dan memfasilitasi masyarakat untuk membantu mereka membangun kembali tempat tinggal mereka,” katanya.

Langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah dengan membantu mencari dokumen tanah masyarakat. Jika hilang, kata Junius, dilakukan pendekatan melalui masyarakat sendiri, misalnya dengan membuat sketsa tanah dan bangunan milik mereka. “Kira-kira seperti apa. Mereka sendiri yang menyelesaikan,” kata Junius.

Rencananya, pemerintah akan menyediakan anggaran sebesar Rp 28 juta untuk setiap rumah tipe 36 yang akan dibangun masyarakat.

Sejauh ini, kata Junius, Departemen Pekerjaan Umum menawarkan beberapa tipe rumah kepada masyarakat termasuk tipe Risha (Rumah Indah Sehat dan Sederhana). “Yang jelas harus memenuhi syarat tahan gempa dan mampu menahan air saat tsunami datang,” kata dia.

Ami Afriatni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wapres Serahkan Rancangan Master Plan Rekonstruksi Aceh
Wapres Jusuf Kalla Gelar Rapat Tiga Bulan Pascatsunami
Panglima TNI Tutup Program Bakti Masyarakat
PBB: Kami di Aceh Sampai Pekerjaan Selesai
Calon Kepala Badan Pelaksana Rekonstruksi Aceh Harus PNS
KPK Minta Rekonstruksi Aceh Ditenderkan
Mendagri Diminta Berperan dalam Rekonstruksi Aceh
Pemerintah Akan Keluarkan Perpu Soal Tanah di Aceh
Pemerintah Sediakan Rumah Rp 28 Juta untuk Keluarga Korban Tsunami
Perpres Badan Pelaksana Aceh Segera Diteken Presiden
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan
Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif
Bapepam Akan Gugat Eurocapital
Buffon Bantah Hengkang ke City
Menteri Anggap Enteng Keluhan Guru Sabah

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data