Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kubu Hamzah Haz Emoh Dialog
Minggu, 27 Maret 2005 | 18:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Debat publik yang diselenggarakan majalah Pakar untuk membahas pemberhentian enam Pimpinan Harian Pusat (PHP) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta, Minggu (27/3) tidak membawa hasil yang memuaskan. Karena yang hadir dalam dialog itu hanya dari kubu yang dipecat, yaitu kubu Suryadharma Ali. Sedangkan pihak Hamzah Haz yang juga turut diundang tidak hadir dalam acara itu sehingga dialog hanya berisi pernyataan dan keterangan dari pihak yang dipecat.

Dari pihak yang dipecat, hadir dan sekaligus menjadi pembicara dalam acara itu adalah Zarkasih Nur, Emron Pangkapi, dan Ermalena. Adapun pembicara lain adalah anggota majelis pakar, Eggy Sujana, wakil sekretaris majelis pakar,Muhammad Rodja dan anggota majelis pertimbangan partai Faisal Baasir.

Acara ini dimoderatori oleh sekretaris majelis pakar, Husnan Bey Fananie yang sekaligus pemimpin umum majalah Pakar. Secara umum, keterangan yang berkembang dalam dialog tersebut cenderung berpihak pada kubu yang dipecat.

Zarkasih Nur mengaku kecewa dengan ketidakhadiran pihak Hamzah Haz. "Saya sebenarnya sangat mengharapkan kehadiran kawan-kawan PHP yang lain,"ujarnya. Zarkasih mengungkapkan bahwa forum ini dapat digunakan untuk mencari objektivitas dan kebenaran serta mendialogkan masalah pecat memecat di tubuh PPP.

Selanjutnya Zarkasih menuturkan kronologis pemecatan, berawal dari Silaturahmi Nasional (Silatnas) ,larangan menghadiri Silatnas,sampai pada pemecatan. "Silatnas adalah forum untuk perbaikan. Larangan Silatnas adalah perbuatan zolim,"katanya.

Menurut Emron Pangkapi salahs eorang yang dipecat kubu Hamzah Haz, pertimbangannya mendukung Silatnas karena PPP perlu forum untuk mengevaluasi kegagalan PPP pada pemilu 2004. Forum itu lahir, karena tersumbatnya komunikasi internal partai. "Sebab itu ada keinginan luar struktur partai untuk silaturahmi,"katanya. Menurut Emron, silaturahmi adalah anjuran agama. "Selama partai berpegang pada asas Islam, tidak ada alasan pimpinan untuk melarang apa yang dianjurkan Islam,"katanya.

Harun Mahbub

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kendaraan Partai Persatuan  pada pawai kendaraan peserta Pemilu , Jakarta 19 Mei 1999 [TEMPO/ Rini PWI; 30d/449/99; 2000/08/08]. Protes  oleh HMI- MPO Bogor dengan Poster bertuliskan  dari pada bertikai, mendingan tangkap Tommy Suharto di Bunderan Hotel Indonesia , November 2000 [ Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/322/2000; 20001122 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sophan dan Arifin Panigoro Mundur
500 Lansia PPP Hadiri Tablig Akbar
Rekomendasi Majelis Pakar PPP Tidak Diterima Kubu Hamzah
PDI Perjuangan Harus Ubah Pola Pikir
PAN Sulut Dukung Sutrisno Bachir
AM Fatwa : Amien Sedihkan Hatta
Sutrisno Bachir Menantang Hatta Radjasa
PPP Yogyakarta akan Selenggarakan Musyawarah Antar DPW
PAN Tak Takut Koalisinya dengan PPP Bubar
Mari E. Pangestu Lewati Mensesneg
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data