Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pelaksanaan UN Akan Terganjal Ketiadaan Dana
Minggu, 27 Maret 2005 | 03:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dikhawatirkan terganjal akibat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat baru akan dimulai awal Mei nanti. Anggaran bagi pelaksanaan UN mencapai kisaran Rp 260 miliar.

"Pemerintah bakal kesulitan bila dilihat dari segi pendanaan. Mau pakai dana dari mana bila pembahasan APBNP belum dilakukan?" ujar Wakil Ketua Komisi X DPR Anwar Ariffin saat dihubungi Tempo melalui telepon, Sabtu (26/3).

Ia mengemukakan permasalahan ini sebenarnya disebabkan kelambanan pemerintah dalam pengajuan APBN-P. Padahal DPR telah memintanya sejak sekitar satu setengah bulan lalu. DPR sendiri, menurut Anwar, belum memiliki pemecahan untuk permasalahan ini. Alasannya, "Kekuatan DPR ada pada rapat, sedangkan sekarang memasuki masa reses," katanya.

Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan UN akan diselenggarakan pada awal Mei mendatang. Sementara DPR dan pemerintah juga telah berkomitmen dana penyelenggaraannya akan menggunakan APBN-P.

Sempat ada usulan dari Indra Jati Sidi, Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, untuk menggunakan dana evaluasi dalam penyelenggaraan UN. Namun, usulan dalam rapat kerja antara Menteri Pendidikan Nasional dan DPR, Selasa (22/3) itu ditolak. Rapat menetapkan agar pemerintah tetap menggunakan dana APBN-P.

Terhadap kemungkinan penggunaan pos dana lain dalam Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), menurut Anwar, tetap tidak mungkin dilakukan. Sebab, penggeseran pos dana tersebut dapat dimasukkan dalam kategori pelanggaran. Menurut dia, Badan Pemeriksa Keuangan beberapa waktu lalu menemukan banyak pelanggaran sejenis yang dilakukan Depdiknas. "Kalau dilakukan lagi, dapat menjadi temuan baru lagi bagi BPK," katanya.

Hingga saat ini, dana APBN 2005 pun belum mengucur ke Depdiknas. Hal ini, kata Anwar, disebabkan adanya perubahan nomenklatur dalam tubuh departemen tersebut, di antaranya penambahan jabatan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Rinaldi D Gultom

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Ujian Ebtanas di sekolah swasta favorit (SMA Santo Petrus), Pontianak [TEMPO/ Zed Abidien; 25C/147/88; 20010528]. Suasana Ujian Ebtanas di sekolah swasta favorit (SMA Santo Petrus), Pontianak [TEMPO/ Zed Abidien; 25C/147/88; 20010528].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rancangan PP Standar Nasional Pendidikan Diserahkan ke Presiden Hari Ini
22,67 Persen Siswa di Kota Malang Diprediksi Tidak Lulus Ujian Nasional
DPR Optimis BSNP Terbentuk Tahun Ini
Pelaksanaan Ujian Nasional Dituding Melanggar Hukum
Pemerintah dan DPR Sepakati Ujian Nasional
Menteri Pendidikan Nasional : UAN Akan Dihapus
Guru dan Orangtua Demo Tolak Konversi UAN
Siswa SMU Tidak Lulus UAN 10,22 Persen
Siswa Pertanyakan Pengembalian Dana UAN


Referensi

Jalan Panjang Ujian Negara
Sebuah Hajat dengan Seribu Kebijakan

Website

Departemen Pendidikan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data