Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

PDIP Bali Tetap Tolak Formatur Tunggal
Sabtu, 26 Maret 2005 | 15:42 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Meskipun tegas mendukung Megawati Soekarnoputri, jajaran pengurus DPD dan 9 DPC PDIP di Bali tetap menolak keberadaan formatur tunggal dan minta hak prerogatif ketua umum dibatasi. "Dari hasil pembahasan, kami meminta agar formatur adalah formatur jamak, artinya lebih dari orang," kata Wakil Ketua DPD PDIP Made Wirya didampingi Humas DPD PDIP Bali I Wayan Sutena, Sabtu (26/3).

Formatur jamak itu bisa terdiri dari Ketua Umum ditambah dengan wakil-wakil dari DPD yang mewakili pembagian wilayah, sehingga aspirasi tentang siapa yang dimasukkan ke DPP bisa lebih merata. Bali sendiri, menurut Wirya, antara lain mengusulkan Rai Wirajaya dan Made Urip untuk duduk di DPP.

Tentang hak prerogatif, Bali akan meminta agar penggunaannya dibatasi dan diatur lebih jelas dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai. Secara normatif
hak prerogatif mestinya hanya digunakan dalam keadaan darurat, tetapi tidak sampai ke soal-soal tehnis seperti pemilihan kepala daerah.

Soal Gerakan Pembaruan (GP) di Bali, menurut Sutena, pihaknya menganggap mereka sebagai gerakan diluar konstitusi. Ia mengancam akan memberi sanksi kadernya yang terlibat, seperti melarang mereka masuk arena konggres. "Kami sependapat dengan perlunya pembaruan tetapi semua harus melalui mekanisme partai," tegas Sutena. Artinya, gagasan pembaruan harus diperjuangkan mulai dari struktur ranting, kecamatan hingga cabang kemudian dibawa ke kongres.

Rofiqi Hasan

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Calon Ketua Umum PDIP Tidak Harus Peserta Kongres
Guruh Belum Terima Undangan Kongres PDIP
PDI Perjuangan Harus Ubah Pola Pikir
PDIP Pembaruan Usulkan Presidium Ketua Umum
Pembela Megawati Anggap Gugatan TPDI Tidak Relevan
TPDI Daftarkan Gugatan Terhadap Mega
Anggota DPR yang Mogok Makan Dilarikan ke Rumah Sakit
DPW PDIP Sumsel Jamin Tidak Tergoda Suap
TPDI Gugat Megawati
AM Fatwa Laporkan ICW
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Megawati Sukarnoputri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data