Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ahli BPPT : TPST Bojong Sebaiknya Direlokasi
Kamis, 24 Maret 2005 | 21:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim independent DPR mengaku sudah merumuskan hasil kajian persoalan TPST Bojong, namun mereka diingatkan kembali untuk segera menyelesaikan masalah ini. Agar persoalan ini juga tidak semakin berlarut-larut dan berdampak negatif pada masyarakat.

Menurut salah satu peneliti dari BPPT Joko Heru Mantono dalam temu wicara Kampanye Masyarakat Sadar LIngkungan di Aula Bahari Kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (24/3), persoalan TPST ini belum selesai. "Dari DPRD dan DPR pun belum memberi keputusan yang menguntungkan semua pihak. Legislatif harus segera menyelesaikan masalah ini,"kata Joko.

TPST Bojong harus dikaji ulang. Karena memang sejak awal belum dibuat studi kelayakan yang baik dan benar. Menurut Joko, konsep di TPST Bojong ini cukup bagus namun aspek kelayakan dengan berbagai syarat ini yang diabaikan. Amdal sosialnya TPST Bojong ini pun harus dipertanyakan pula.

Joko menyatakan bahwa lebih baik TPST Bojong pun direlokasi namun tempat penggantinya pun harus diperhatikan studi kelayakannya. "Dimanapun tempat tetap harus ditinjau dulu studi kelayakannya,"katanya.

Joko mengingatkan dengan pengelolaan sampah yang sekarang ini dilakukan di Bantar Gebang dalam waktu 2-3 tahun akan penuh. Oleh karenanya, maka perlu pemikiran yang lebih serius dalam pengelolaan sampah ini. Perlu dipikirkan kemungkinan terburuk pengelolaan sampah di Bantar Gebang untuk warga Jakarta mendapat penolakan.
"Coba kalau sekarang ada penolakan dari masyarakat di sekitar Bantar Gebang. Apalagi belum ada pengganti untuk TPST Bojong. Akan dibawa kemana pula sampah warga DKI,"ujarnya.

Hingga kini warga ibukota ini per harinya menghasilkan 6000 ton sampah, dan 65 persen diantaranya merupakan sampah organik seperti daun, sisa dapur, sisa makanan yang menimbulkan bau tidak sedap. Alternatif yang ditawarkan untuk mengurangi sampah yakni dengan mengolahnya menjadi kompos. Sayangnya untuk kegiatan ini, masih mendapatkan beberapa kendala yakni memerlukan lahan yang luas dan waktu yang cukup lama untuk membentuk menjadi kompos.

Sebelumnya, tim bentukan yang diketuai Sonny Keraf meminta agar status quo persoalan TPST Bojong ini diperpanjang. Semua pihak diminta tetap tenang untuk itu. Hari ini hampir saja terjadi bentrokan antar dua massa di lokasi TPST Bojong.

Dian Yuliastuti


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pemukiman kumuh pemulung di sekitar tempat pembuangan sampah/ TPA Bantar Gebang, Bekasi, 23 April 2001. [TEMPO/ Hendra Suhara; K1A/188/2001; 20010501]. Ekskavator dan para pemulung di tempat pembuangan sampah akhir/TPA Keputih Surabaya, Jawa Timur, 2000. [TEMPO/ Zed Abidien; 30D/274/2000; 20000712].
TPA Bantar Gebang
TPA Keputih Surabaya

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Warga Bojong Hampir Bentrok
Tim Minta Pertahankan TPST Bojong dalam Status Quo
Pemilahan Sampah Sulit Dilakukan
Kehabisan Akal, Tempat Prostitusi dijadikan TPSS
17 Terdakwa Kasus Bojong Divonis 3-8 Bulan Penjara
Delapan Terdakwa Kerusuhan Bojong Dituntut Enam Bulan
Nasib TPST Bojong Tak Juga Jelas
Relokasi TPST Bojong Tetap Menimbul Masalah
Beberapa LSM Laporkan Pemalsuan Surat ke Mabes Polri
Terdakwa Kerusuhan Bojong Mengaku Dianiaya Polisi
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Bank Indonesia Dinilai Gagal Kawal Rupiah
Surat Suara Pilwali Kediri Nyaris Mencapai 1 Meter
Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data