|
Nasional
Warga Bojong Hampir Bentrok
Kamis, 24 Maret 2005 | 21:29 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Dua kelompok massa pro dan kontra Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong, Desa Bojong, Klapanunggal, Bogor, nyaris bentrok, saat unjuk rasa Kamis (24/3) siang di dekat Pertigaan Desa Klapanunggal. Massa yang menolak TPST Bojong didukung oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta, Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Lingkungan (FKMPL) Bogor, KAMMI, dan BEM IPB. Sedangkan massa pro TPST Bojong berasal dari beberapa desa sekitar yang mendukung keberadaan tempah sampah tersebut.
Sebelum perang mulut berkembang menjadi adu fisik dua
kelompok yang telah saling berhadapan, pasukan Dalmas
Polres Bogor berusaha menengahi agar tidak bentrok.
Kejadian ini berawal ketika ratusan massa yang menolak
TPST Bojong berencana mengepung Kantor Kecamatan
Klapanunggal, di Jalan Raya Cileungsi, tetapi baru
sampai ke Pertigaan Klapanunggal, ada ratusan massa
yang mendukung keberadaan TPST Bojong.
Melihat kondisi tidak menguntungkan kedua kubu massa berhenti dan berhadapan hanya berjarak sekitar 15 meter.
"Rencananya kami hanya melakukan aksi damai dan orasi
di kantor Kecamatan Klapanunggal, tapi di pertigaan
Klapanunggal warga pro TPST menghadang,"ujar
perwakilan massa menolak TPST Bojong, Firdiansyah.
Usai berunding dengan warga mendukung TPST yang
diwakili Yance di tengah jalan tidak jauh dari Markas
Polsek Klapanungal, saat perundingan di saksikan
Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar Agus Kurniadi
Sutisna.
Sebelumnya sekitar pukul 10.30 WIB warga kontra TPST
Bojong melakukan aksi damai di pintu masuk TPST
Bojong. Mereka juga sempat melakukan penyegelan TPST
bertuliskan, "Atas Nama Warga TPST Bojong disegel".
Mereka juga melakukan orasi penolakan keberadaan
tempat pengolahan sampah modern ini. Terlihat juga
sejumlah anak-anak mengusung keranda ke dekat pintu
gerbang. Setelah puas melakukan berbagai unjuk rasa
mereka melakukan konvoi menggunakan 14 truk ke kantor
Kecamatan Klapanunggal yang letaknya sekitar 7
kilometer dari lokasi TPST Bojong. Mereka membawa
sejumlah poster penolakan TPST.
sekitar pukul 12.00 wib ketika sampai di Pertigaan
Jalan Desa Klapanunggal rombongan warga kontra TPST
yang didampingi Walhi Jakarta, FKMPL, Kammi Komisariat
IPB, dan mahasiswa IPB berhenti di tengah jalan. Di
hadapan mereka terlihat ratusan massa pendukung TPST
Bojong, bahkan mereka membuat barikade dari kayu,
batu dan ban bekas agar konvoi tidak bisa lewat.
Merasa massanya lebih banyak, kubu kontra TPST
berusaha merangsek dan menyingkirkan barikade.
Perang mulutpun tidak bisa dihindari, melihat situasi
mulai panas puluhan anggota Polres Bogor langsung
membuat pagar betis memisahkan kedua kelompok bentrok.
Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Agus K Sutisna,
langsung memimpin pengamanan, ia meminta kedua
perwakilan kedua kelompok massa itu berunding.
Kedua massa akhirnya membuat kesepakatan untuk
menghindari bentrokan. Warga kontra TPST diminta
kedewasaannya untuk tidak melanjutkan aksi unjuk rasa.
Begitu pula warga pro TPST membersihkan jalan desa
dari batu, kayu dan ban bekas. "Kami tetap
mengakomodir aspirasi warga kontra TPST melakukan aksi
unjuk rasa, tapi situasinya tidak memungkinkan
dilanjutkan karena mendapat hadangan dari warga pro
TPST, lagi pula jalan bisa macet,"kata Kapolres.
Akhirnya kedua kubu bisa dilerai dan mereka kembali ke
tempatnya masing-masing. Massa pendukung TPST Bojong
kemudian menyingkirkan barikade.
Deffan Purnama
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|