|
Nasional
Seorang TKI Bunuh Diri di Tahanan Polisi
Kamis, 24 Maret 2005 | 20:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seorang TKI asal Riau, Anik, gantung diri di tahanan polisi Tanah Merah, Kota Baru Kelantan, Malaysia. Perempuan 45 tahun ini ditemukan meninggal di kamar mandi tahanan pada Rabu (23/3).
“Anik ditangkap polisi saat razia tenaga kerja ilegal. Dia menolak dibawa ke pusat depo tahanan di Semenyih Selangor,” ungkap ketua Badan Pemantau Masyarakat Indonesia di Malaysia Khairuddin Harahap kepada Tempo di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur, Kamis (24/3) sore.
Menurut Khairuddin, TKI yang tertangkap umumnya mengalami stres. Mereka menghadapi masalah rumit. Selain terkena razia, para TKI ini ada yang tidak dibayar gajinya oleh majikan tempatnya bekerja.
Kejadian ini mengundang reaksi beberapa lembaga swadaya yang mengurusi persoalan TKI di Malaysia. Di antaranya Migrant Care, Labour Resources Center (LRC), Suara Rakyat Malaysia (Suaram), dan Aliansi Buruh Migrant (ABM).
Koordinator ABM di Malaysia Syaiful Amin S.W. mengaku, sudah berusaha mencari kepastian berita itu. “Saya minta kepada KBRI agar dicek kejadian ini ke lokasi kejadian serta menginformasikan secepatkan kepada keluarga korban," pinta Syaiful.
Sementara itu, Kepala Bidang Konsuler KBRI Kuala Lumpur Indra Kesuma mengatakan, sudah mengetahui kejadiannya dan telah mengirim stafnya pada Rabu (23/3) ke Kelantan. “Semuanya sedang diproses,” kata Indra.
Berdasarkan informasi yang diterima Tempo, Anik ditangkap di dalam bus angkutan umum. Polisi mendapatinya tanpa dokumen resmi. Rencananya, Anik akan dipindahkan ke pusat tahanan Semenyih, Selangor untuk menunggu proses sidang. Jenazah Anik masih disemayamkan di ruang mayat Rumah Sakit Tanah Merah.
T.H. Salengke - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|