Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

BIN Seharusnya Membuat Pernyataan Tidak Terlibat Pembunuhan Munir
Kamis, 24 Maret 2005 | 17:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara seharusnya segera membuat pernyataan kepada publik jika benar-benar institusinya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis hak azasi manusia Munir.

"Mereka harus bisa menunjukkan (bukti) bahwa mereka tidak terlibat sehingga tidak membuat spekulasi bahwa aparat intelijen bertanggungjawab," kata Kusnanto Anggoro, Pengamat Politik dari Centre of Strategic International Studies (CSIS) dalam diskusi Radio 68H di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Kamis (24/3).

Tim Pencari Fakta (TPF) Munir berkesimpulan pembunuhan pendiri Kontras dan Direktur Eksekutif Imparsial tersebut bukanlah pembunuhan biasa yang dilakukan dengan alasan pribadi. Sebab, banyak petunjuk mengundang berbagai spekulasi adanya operasi intelijen tingkat tinggi yang terencana.

Arie Santoso dari Institut Studi Arus Informasi (ISAI) menyatakan salut terhadap kemajuan yang didapat tim penyidik kepolisian maupun TPF yang dianggapnya sudah sangat maju berhasil menembus sekat-sekat kasus yang sangat rumit tersebut. "Mudah-mudahan dengan terbukanya keterlibatan Pollycarpus kasus lainnya bisa terkuak pula," kata dia.

Mengenai dugaan keterlibatan BIN dalam pembunuhan tersebut, Arie menyatakan tidak cukup tahu banyak. "Namanya juga intelijen pasti tertutup sebab operasi intelijen pasti ada tingkatan-tingkatan yang antar mereka sendiri bisa saling tidak kenal," kata dia lagi.

Jika benar Pollycarpus adalah salah seorang agen intelijen, ujar Arie, pastinya dia adalah orang yang posisinya berada di tingkat lapangan dan belum tentu pula Pollycarpus bisa menjadi petunjuk pengungkapan aktor-aktor uatamanya. "TPF menghadapi lembaga yang sudah mapan dan kuat," tutur Arie.

Menurutnya, kerja dari TPF harus terus mendapatkan dukungan dari masyarakat untuk membuktikan dan menemukan siapa orang-orang yang terlibat.

Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (tengah) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318]. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) berbincang-bincang dengan Izaac Latuconsina sebelum memulai Rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR/MPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].
Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
AM Hendropriyono dan Izaac Latuconsina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kepala BIN: Belum Ada Bukti Keterlibatan BIN
Kini Giliran Orang-orang Garuda
Beberapa Orang BIN Terlibat Pembunuhan Munir
Pemerintah Sudah Terima Hasil Olah TKP dari Belanda
Rekening Indra Setiawan Ditelusuri TPF Munir
Pollycarpus Indikasikan Keterlibatan Garuda
Pollycarpus Mulai Nyanyi, Indra Setiawan Dibidik Penyidik
Tim Penyelidik Munir Hari Ini Bertemu PPATK
Polycarpus Belum Sebutkan Eksekutor yang Meracuni Munir
Garuda Buka Desk Munir
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 16 Thn. 2003 tentang Penanganan Bom Bali
Kepres RI No. 22 Thn.2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
Badan Intelijen Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data