Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kepala BIN: Belum Ada Bukti Keterlibatan BIN
Kamis, 24 Maret 2005 | 16:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Intelijen Negara (BIN) mengakui belum menemukan bukti-bukti keterlibatan mereka dalam pembunuhan aktivis hak azasi manusia Munir. "Kita tidak bisa menduga-duga, belum ada bukti hukum yang bisa dipegang mengenai keterlibatan BIN," ungkap Kepala BIN Syamsir Siregar seusai mengikuti sidang kabinet, Kamis (24/3) di kantor Kepresidenan Jakarta.

Mengenai keterlibatan BIN dalam pembunuhan Munir, Syamsir menegaskan hal itu masih bersifat kemungkinan. Ia juga menolak tudingan, salah satu yang diduga terlibat melakukan pembunuhan yaitu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono. "Siapa yang bilang begitu," tandasnya sambil tergesa-gesa meninggalkan kantor Presiden.

Namun ia mengakui BIN sudah memiliki data-data hasil penyidikan dari polisi. Ia juga mengungkapkan, BIN terus siap diperiksa, tapi juga terus menyidik keterlibatan anggota mereka. "BIN tidak akan menghentikan penyidikan," katanya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda mengatakan, sudah ada program Presiden mengenai kepastian kapan pemerintah RI menerima pengiriman sisa organ tubuh almarhum Munir, yang saat ini masih di Belanda, sebagai bukti. Menurut Hassan, tidak ada kendala bagi Indonesia. "Masalahnya teknis saja, Menteri Luar Negeri Belanda sudah lebih dulu setuju mengembalikan organ-organ dan bukti-bukti lain, tetapi Kementerian Kehakiman Belanda masih meminta persyaratan-persyaratan tertentu," ujarnya.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (tengah) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318]. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) berbincang-bincang dengan Izaac Latuconsina sebelum memulai Rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR/MPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].
Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
AM Hendropriyono dan Izaac Latuconsina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kini Giliran Orang-orang Garuda
Beberapa Orang BIN Terlibat Pembunuhan Munir
Pemerintah Sudah Terima Hasil Olah TKP dari Belanda
Rekening Indra Setiawan Ditelusuri TPF Munir
Pollycarpus Indikasikan Keterlibatan Garuda
Pollycarpus Mulai Nyanyi, Indra Setiawan Dibidik Penyidik
Tim Penyelidik Munir Hari Ini Bertemu PPATK
Polycarpus Belum Sebutkan Eksekutor yang Meracuni Munir
Garuda Buka Desk Munir
Direksi Baru Garuda Diminta Kooperatif
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Kematian Munir
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 16 Thn. 2003 tentang Penanganan Bom Bali
Kepres RI No. 22 Thn.2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
Badan Intelijen Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Menu Istimewa Eros Djarot
Jangan Gula Sembarang Gula
Tiga Pekerja Indonesia Disiksa di Irak
Si Centil Amanda Seyfried
Liga Primer=Permainan Orang Kaya Dunia

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data