Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Beberapa Orang BIN Terlibat Pembunuhan Munir
Kamis, 24 Maret 2005 | 12:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Intelijen Negara (BIN) didesak untuk melakukan investigasi internal terkait dengan dugaan keterlibatan beberapa anggotanya dalam kasus terbunuhnya Munir.

Ketua IMPARSIAL yang juga anggota Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, Rachlan Nassidik, mengaku ada beberapa orang yang menginformasikan adanya dugaan keterlibatan beberapa anggota BIN dalam terbunuhnya Munir. "Orang-orang yang menginformasikan itu tidak mau disebut identitasnya,"katanya kepada wartawan, Kamis (24/3) usai menghadap Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, Marsudhi Hanafi.

Rachlan menjelaskan, pertemuannya dengan Ketua TPF hari ini adalah untuk merumuskan agenda pertemuan dengan pimpinan BIN, yang semestinya dijadwalkan hari ini. "Pertemuan dengan BIN batal, karena Pak Syamsir (Kepala BIN) ada rapat mendadak dengan Menko Polkam dan Presiden,"katanya.

Mengenai rekomendasi tambahan TPF, atas orang yang patut dicurigai terlibat dalam pembunuhan Munir, yaitu Daan Ahmad, Vice President HRD Garuda Indonesia, Rachlan menjelaskan, hal sudah disampaikan ke penyidik. "Yang saya tahu dia sudah dipanggil,"ujarnya.

Mengenai alasan dimasukannya Daan Ahmad sebagai orang yang wajib dicurigai, menurut Rachlan, karena Daan pernah sebagai pelaksana corporate secretary.

Seorang sumber Tempo menyebutkan pimpinan BIN saat ini mulai melakukan penyelidikan internal, walaupun mengalami kesulitan. Karena masih ada orang-orang bekas pimpinan yang lama, yang diduga terlibat kasus itu. Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya tersebut Kepala BIN Syamsir Siregar yang baru saja menjabat masih sulit untuk melakukan investigasi internal. "Karena masih baru, dan orang-orang yang duduk didalam BIN saat ini masih orang-orang lama, apabila Pak Syamsir langsung melakukan investigasi internal, maka pasti akan ada tekanan ke beliau,"kata sumber tersebut kepada Tempo.

Erwin Dariyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (tengah) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318]. Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) berbincang-bincang dengan Izaac Latuconsina sebelum memulai Rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR/MPR,  Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].
Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
AM Hendropriyono dan Izaac Latuconsina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Sudah Terima Hasil Olah TKP dari Belanda
Rekening Indra Setiawan Ditelusuri TPF Munir
Pollycarpus Indikasikan Keterlibatan Garuda
Pollycarpus Mulai Nyanyi, Indra Setiawan Dibidik Penyidik
Tim Penyelidik Munir Hari Ini Bertemu PPATK
Polycarpus Belum Sebutkan Eksekutor yang Meracuni Munir
Garuda Buka Desk Munir
Direksi Baru Garuda Diminta Kooperatif
PPP Nusa Tenggara Barat Desak Rakernas
Suhardi: Pollycarpus Hanya Dijadikan Kambing Hitam
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 16 Thn. 2003 tentang Penanganan Bom Bali
Kepres RI No. 22 Thn.2003 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Imparsial
Badan Intelijen Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data