Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pejabat Departemen Pertahana Minta Mobil Baru
Kamis, 24 Maret 2005 | 04:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketika Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono sedang melakukan kunjungan ke Amerika Serikat (AS) untuk melobi negara itu terkait dengan pencabutan embargo militernya atas Indonesia, pejabat eselon I Departemen Pertahanan melayangkan surat permohonan pembelian kendaraan dinas senilai Rp 9,5 miliar.

Padahal, menurut Juwono, sebelum berangkat ke AS, dirinya mengeluarkan instruksi agar staf di departemennya tidak mengeluarkan kebijakan strategis apa pun, khususnya yang bernilai Rp 5 miliar ke atas. "Barangkali kalau instruksinya disampaikan secara tertulis akan lebih diindahkan," kata Juwono kepada Tempo di ruang kerjanya, Rabu (23/3).

Rencana pembelian kendaraan dinas untuk pejabat eselon I ini terungkap dari surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Suprihadi. Surat permohonan penggunaan anggaran atau pencairan dana untuk pembelian kendaraan dinas ini ditujukan kepada Menteri Pertahanan melalui Direktur Jenderal Perencanaan Sistem Pertahanan (Rensishan) Departemen Pertahanan Mas Widjaja. Surat ini dilayangkan ketika Menteri sedang berada di AS.

Dalam surat yang salinannya diperoleh wartawan Tempo dari sumber di lingkungan Departemen Pertahanan, terlihat jelas surat ini bertanggal 18 Maret 2005. Padahal, menurut sumber itu, Sekretaris Jenderal tentunya tahu bahwa Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono masih berada di AS dan telah melarang bawahannya untuk mengeluarkan kebijakan strategis apa pun, termasuk pencairan anggaran. Untuk diketahui, Juwono berkunjung ke AS pada 11 Maret dan baru kembali pada 21 Maret lalu.

Surat bernomor K/100/18/02/02/Bagren yang berklasifikasi rahasia ini, antara lain menyatakan bahwa kendaraan dinas para pejabat eselon I di lingkungan Departemen Pertahanan kondisinya sudah tidak baik. Sehingga, tulis surat itu, kurang optimal dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pejabat terkait. "Oleh karena itu, diperlukan peremajaan atau penggantian kendaraan dimaksud sebanyak 10 unit seharga Rp 9.500.000.000 (sembilan miliar lima ratus juta rupiah)," demikian antara lain bunyi surat tersebut.

Surat itu juga menyebutkan agar kebutuhan anggaran Rp 9,5 miliar itu dapat dicairkan dari anggaran yang dipusatkan untuk Tahun Anggaran 2005 yang ada di Dirjen Rensishan Departemen Pertahanan. Padahal, masih menurut sumber Tempo tersebut, kendaraan dinas untuk pejabat eselon I Dephan yang kini digunakan kondisinya masih sangat baik dan layak pakai.

Terkait dengan surat ini, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kemarin memanggil beberapa pejabat eselon I di ruangannya. Kepada Tempo, Juwono mengaku telah mendapat informasi perihal rencana pembelian kendaraan dinas itu ketika masih berada di Washington. "Saya mendapat kabar dari salah satu staf saya di Dephan," ujarnya.

Juwono menolak menyebutkan siapa saja pejabat eselon I terkait yang ia panggil. Kepada para pejabat ini, Juwono mengaku telah menegur mereka. "Saya bilang kepada yang bersangkutan, ini sudah melampaui batas kewenangan," kata Juwono. Menhan kemudian langsung membatalkan rencana pembelian 10 unit kendaraan dinas tersebut.

Juwono menduga, munculnya usulan pembelian kendaraan dinas ini terkait dengan rencana akan digantinya sejumlah pejabat eselon I di lingkungan Dephan. "Dengan harapan, jika sudah tidak lagi menjabat, para pejabat ini dapat membawa pulang kendaraan baru," kata Juwono. Padahal, menurut menteri, kalaupun akan ada pembelian kendaraan dinas baru, itu akan dilakukan setelah pergantian pejabat eselon I di lingkungan Dephan.

Sayangnya, hingga berita ini turun, dua pejabat yang namanya tertera di surat permintaan ini, Sekretaris Jenderal Dephan ataupun Dirjen Rensishan Dephan, belum bisa dimintai konfirmasi, baik ketika dicoba ditemui Tempo di kantornya maupun ketika dihubungi lewat telepon seluler. Pesan pendek yang dikirim juga tidak mendapat jawaban apa pun.

Menteri Juwono mengaku akan melaporkan peristiwa ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Agar keputusan presiden soal pergantian pejabat ini segera dikeluarkan," katanya.

Dimas Adityo-Tempo




Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dirjen Strategi Pertahanan Dephan RI, Mayjen TNI Sudrajat di kantor Departemen Pertahanan dan Kemanan Jakarta, Jumaat, 07 Maret 2003. [TEMPO/ Nirfan Rifki; Digital Image; 20030331]. Terdakwa kasus korupsi Pertamina dalam proyek pembangunan kilang minyak exor Balongan, Tabrani Ismail memberikan penjelasan kepada hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 9 Oktober 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/449/2003; 20031009].
Mayjen Sudrajat
Tabrani Ismail di PN Jakpus
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penahanan Bupati Blitar Imam Muhadi Dipindah Ke Blitar
BPK Temukan Penyelewengan DPRD Kota Bogor
Warga Bengkulu Merasa Kehilangan Jaksa Rusdi Taher
KPK Terima 30 Kasus Korupsi dari Maluku
Hakim PN Serang Bebaskan Terdakwa Korupsi
Warga Kebon Melati Keberatan Bayar Rp 6 juta
Kejati Sulteng Belum Temukan Korupsi dalam Pengadaan Genset
Tutut Membantah Punya Peran dalam Pembelian Tank Scorpion
Koruptor di Banten Dihukum 3 Tahun
R.Hartono : Soal Perbedaan Harga Tanggung Jawab Dephankam
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Kekuatan TNI AL
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Departemen Keuangan
Departemen Pertahanan
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data