Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pembela Megawati Anggap Gugatan TPDI Tidak Relevan
Kamis, 24 Maret 2005 | 01:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota Fraksi PDIP Dwi Ria Latifa mengatakan gugatan yang dilayangkan Tim
Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) kepada Megawati tidak relevan. Menurutnya, langkah
itu merupakan hal-hal yang tidak sehat. "Ini menurut saya hanya riak-riak sebelum kongres
saja," katanya kepada Tempo, Rabu (23/3) malam. Untuk menghadapi gugatan ini, Ria menjadi
salah satu pengacara Ketua Umum PDIP Megawati.

Ria menganggap, gugatan tersebut dipakai sebagai alat untuk memunculkan isu hak prerogatif
sebelum kongres. Menurutnya, adalah hak TPDI mengajukan gugatan kepada siapapun juga. Dan
pihaknya hanya tinggal menunggu panggilan dari pengadilan. Tetapi gugatan itu belum sampai
ke tangannya dan kawan-kawan pembela lainnya. "Hal yang mau digugat juga secara resmi belum
kita terima," katanya. Tetapi jika menggugat hak prerogatif yang dimiliki Megawati,
menurutnya, hal ini berkaitan dengan internal partai. "Jadi yang bisa menentukan hal ini
sebenarnya adalah kongres."

Megawati, menurut dia, telah mengetahui hal ini dan menanggapinya dengan menyerahkan semua
proses menurut jalur hukum. "Beliau itu taat hukum, jadi dijalankan sesuai itu saja," ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Pranomo Anung menolak memberikan keterangan mengenai hal ini.
Dia menyerahkan semua kasus ini kepada Ria Latifa. "Saya hanya ngurusin partai saja," ujarnya.

Tri Susanti Simangunsong-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana pendobrakan pintu gerbang Asrama Haji saat berlangsung Kongres IV PDI di Medan [ TEMPO/ Rully Kesuma; 17D/283/93; 20010614 ]. Suasana pendobrakan pintu gerbang Asrama Haji saat berlangsung Kongres IV PDI di Medan [ TEMPO/ Rully Kesuma; 17D/281/93; 20010614 ].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TPDI Daftarkan Gugatan Terhadap Mega
DPW PDIP Sumsel Jamin Tidak Tergoda Suap
Gerakan Pembaruan PDIP Didukung 800 Utusan Cabang
AM Fatwa Laporkan ICW
Guruh Sangkal Dirinya Menjadi Tameng
Megawati Yakin Tidak Ada Deadlock
Arifin: Apes Jika Megawati Terpilih Lagi Jadi Ketua PDIP
Meilono: Sophaan Tak kalah Dengan Anak Sukarno
PDIP Jawa Timur Pecah Soal Calon Ketua Umum
Pengusung Wacana Deadlock Dinilai Tak Ingin PDIP Besar
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk01 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data