Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Angota DPR Ajukan Hak Angket Soal Tanker Pertamina
Rabu, 23 Maret 2005 | 21:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 23 anggota DPR dari 10 fraksi mengajukan hak angket atau penyelidikan penjualan dua unit kapal tanker jenis Very Large Crude Carrier (VLCC) milik Pertamina pada zaman pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, pada pertengahan tahun silam. Dua partai pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, Partai Golkar dan Partai Demokrat, melalui fraksinya di DPR, mendominasi pengusul hak angket ini, yakni masing-masing 7 dan 4 orang.

"Kasus-kasus dulu yang belum terungkap perlu dibicarakan kembali dan dibahas tuntas,” tutur Sutan Bhatoegana, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat di Gedung MPR/DPR, Jakarta kemarin. Bersama dua pengusul lainnya yakni Nizar Dahlan dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi dan Dede Yusuf dari Fraksi PAN, dia menyerahkan materi usulan hak angket ini kepada Wakil DPR Zaenal Ma'arif.

Usulan ini juga didukung masing-masing 2 orang dari Fraksi Partai Kebangkitan, Fraksi Partai Pesatuan Pembangunan, Fraksi Partai Amanat Nasional, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Adapun Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Fraksi Partai Damai Sejahtera, Fraksi Partai Bintang Reformasi, dan Fraksi PDI Perjuangan masing-masing 1 orang pengusul

Kepada para pengusul, Zaenal berjanji akan mengupayakan usulan itu dibacakan dalam sidang paripurna hari ini. Namun, apabila mengikuti prosedur yang berlaku, seharusnya usulan hak angket setelah dibahas pimpinan DPR, diserahkan kepada Badan Musyawarah, baru kemudian dibacakan dalam sidang paripurna.

Sebelumnya, Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam keputusannya awal bulan ini, mendenda Pertamina dan Goldman Sach sebesar Rp 19,71 miliar, Frontline Rp 25 miliar, dan Equinox sebesar Rp 16,56 miliar. Selain itu, Pertamina juga harus meminta secara tertulis kepada rapat umum pemegang saham untuk mengambil langkah hukum terhadap direksi yang bersalah. Laporan dan permintaan tertulis itu harus dipublikasikan dilima surat kabar nasional berukuran minimal 1/8 halaman.

Keputusan itu diambil karena KPPU menilai Pertamina bersalah dalam proses penjualan dua unit tanker VLCC, pertengahan tahun lalu. Harga jual dari hasil tender dinilai jauh lebih rendah dari harga pasar saat itu. Akibatnya, potensi penerimaan negara hilang sebesar Rp 180-504 miliar.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Sidang paripurna DPR membahas Memorandum II untuk Presiden Abdurrahman Wahid dengan fraksi PDI Perjuangan mengikuti sidang di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 30 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010515].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010916-004, 20021013-048 Sidang paripurna DPR membahas Memorandum II untuk Presiden Abdurrahman Wahid dengan anggota dewan yang melakukan interupsi di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, 30 April 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010515].
Sidang Paripurna Pembahasan Memorandum II
Sidang Paripurna Pembahasan Memorandum II
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mendagri Diminta Berperan dalam Rekonstruksi Aceh
Anggota DPR yang Mogok Makan Dilarikan ke Rumah Sakit
Wakil DPR: Pemerintah Diminta Kurangi Arogansi
Arbi Sanit: Wajar Aksi Fisik Anggota DPR tentang BBM
Machfud MD: Saya Dengar Ada Deal Politik
Puluhan Majikan Buruh Migran Ilegal Ditangkap
Pertemuan Presiden-Ketua Fraksi DPR Batal
Sutiyoso: Empat Blok Pasar Tanah Abang Sudah Tua dan Rusak
Sutiyoso Penuhi Panggilan DPR Terkait Masalah Tanah Abang
Fraksi PKB Kecewa Sidang Ditunda
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Sekretariat Jenderal DPR RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data