Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bogor Suntik 3,5 Juta Unggas
Rabu, 23 Maret 2005 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Ancaman flu burung yang mengancam ternak unggas di Kabupaten Bogor diantisipasi dengan melakukan vaksinasi massal terhadap 3,5 juta ekor unggas. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, sampai Selasa (22/3) telah melakukan vaksinasi di daerah Cibinong, Rumpin, Leuwiliang, Parung, Parung Panjang, Gunung Sindur, Cigudeg, Cileungsi, Kemang, Bojong Gede, Jonggol, dan Cariu.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan
Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Peternakan dan
Perikanan Kabupaten Bogor, Tinnie Suprihatini,
sebenarnya kegiatan vaksinasi telah dilakukan sejak
Januari lalu. Pada tahap awal Tahap awal vaksinasi
terhadap unggas milik para peternak dilakukan di 12
Kecamatan Kabupaten Bogor. "Hingga bulan Maret ini kami telah melakukan vaksinasi sebanyak 200 ribu lebih ekor unggas. Vaksin Flu burung yang digunakan masih memakai produk lokal,"kata Tinnie.

Untuk mengantisipasi penyebaran flu burung di
wilayahnya, Tini menyatakan, telah mengawasi secara ketat langkah yang dilakukan yakni memberikan penyuluhan kepada para peternak unggas tentang cara pencegahan flu burung. Upaya lain yakni melakukan biosekuriti dan menjaga kebersihan kandang.

Selain upaya tersebut, Dinas Peternakan juga melakukan
pengetatan dan pengawasan terhadap lalu lintas ternak,
terutama unggas yang akan masuk ke wilayah Kabupaten
Bogor. Para petugas ditempatkan di setiap perbatasan
Kabupaten Bogor. "Mereka akan memeriksa setiap unggas
yang akan masuk ke Bogor untuk memastikan unggas itu
benar-benar sehat,"ujar Tini.

Isu merebaknya penyakit flu burung telah membuat resah para peternak unggas baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Mereka meminta bantuan kepada dinas terkait untuk dilakukan kegiatan pencegahan terhadap penyakit yang ditakutkan menyerang unggas-unggas mereka.

Ratusan peternak unggas kini telah melakukan berbagai
upaya seperti melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan (cairan pembasmi hama
dan kuman) pada setiap orang atau kendaraan yang akan
masuk ke areal kandang mereka. Cairan itu ditempatkan
di pintu gerbang lalu melalui alat penyemprot cairan
itu disemburkan kepada orang maupun kendaraan. "Kami melakukan hal itu untuk mencegah penyebaran flu
burung, baik dari luar maupun dari dalam. Masa
inkubasi virus ini sangat cepat antara tiga sampai
enam hari," kata Herman, salah seorang peternak di
daerah Cibinong.

Deffan Purnama


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Kompensasi Juga untuk Flu Burung
Sutiyoso: Hati Hati Mengkonsumsi Daging Ayam
Jakarta Utara Masih Aman Flu Burung
Nelayan Kepulauan Seribu Keluhkan Mahalnya Harga Solar
Tahun 2007, Indonesia Bebas Flu Burung
Flu Burung Belum Jangkiti Manusia
Flu Burung Kembali Mewabah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan Diisolasi
Sukabumi Positif Terserang Flu Burung
Tangerang dan Jepang Bermitra Ciptakan Vaksin Flu Burung
Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data