|
Nasional
Dana Kompensasi Juga untuk Flu Burung
Rabu, 23 Maret 2005 | 12:06 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar:Ternyata dana kompensasi bukan hanya digunakan untuk kepentingan rakyat miskin, terutama untuk kesehatan dan pendidikan. Di Kabupaten Sukabumi, pemerintah daerah setempat minta dRp 25 milira dana kompensasi untuk jalan, irigasi dan air bersih. Sedangkan di Sulawesi Selatan dana kompensasi untuk pemusnahan virus flu burung.
Selama tiga pekan ini, para peternak ayam di Sulawesi Selatan risau akibat ternak ayam mereka terserang virus flu burung. Dana konpensasi pemusnahan terhadap ayam yang terserang virus flu burung (avian influenza) akan diberikan, Rabu (23/3) di Makassar.
Dirjen Bina Produksi Peternakan, Profesor Wasito, menyatakan bahwa dana konpensasi pemusnahan ayam yang terkena flu burung, berasal dari anggaran direktorat kesehatan hewan dan dana dekonstrasi bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Wasito, yang ditemui saat melakukan sosialisasi kebijakan penanggulangan wabah avian influenza se Sulsel, dana konpensasi baru bisa diberikan setelah pemilik ternak melakukan pelaporan yang kemudian didata dan dicek akurasinya.
Dana konpensasi itu akan diberikan secara selektif, artinya pemusnahan yang dilakukan bukan pemusnahan massal, melainkan hanya ayam yang terserang virus flu burung, supaya tidak menulari ayam yang masih sehat.
Jumlah dana konpensasi untuk wilayah Sulsel, sebesar Rp 750 juta dengan perhitungan setiap ekor ayam dihargai Rp 2000. Sedangkan dana untuk mengantisipasi kekurangan sebesar Rp 250 juta. Dana baru bias diberikan 2-3 bulan mendatang.
Menurut Wasito, dua kabupaten yakni Pare-pare dan Pinrang negatif (AI), kemudian tiga kabupaten dinyatakan sudah terkendali yakni Wajo, Maros dan Soppeng. Tinggal kabupaten Sidrap, karena merupakan sentra peternakan ayam di Sulsel dan populasi ayam disana yang paling besar. Sampai hari ini jumlah ayam yang mati karena AI di Sidrap sudah mencapai 120 ribu ekor, saat kepala dinas peternakan Sidrap dikonformasi saat mengikuti acara di Makassar.
Mengenai vaksin untuk Sulsel, hari ini masih di tunggu pengirimannya dari pusat sebesar 3 juta dosis dari 6 juta dosis yang telah dijanjikan. "Kita tidak kekurangan vaksin, stop vaksin di pusat berjumlah 50 juta,"ujar Wasito.
Sebenarnya wabah AI di Indonesia, sampai saat ini masih terkendali. Sulsel khususnya, pengendalian wabah AI, telah ditangani dengan baik, karena selama dua tahun wabah ini menyerang Indonesia, di Sulsel baru terserang sebulan ini.
Jika dana kompensasi BBM untuk digunakan di luar pendidikan dan kesehatan bagi rakyat termiskin, selama ini pemasukan pajak dan sumber dana lain untuk apa?
Irmawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|