|
Nasional
Pollycarpus Mulai Nyanyi, Indra Setiawan Dibidik Penyidik
Selasa, 22 Maret 2005 | 13:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kuasa Hukum Pollycarpus, Suhardi Somomoeljono, menyatakan kliennya tidak sendirian dalam melakukan pembuhuan terhadap aktifis hak asasi manusia, Munir. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, Suhardi menyimpulkan, bahwa ada pihak-pihak lain yang lebih dominan ketimbang Pollycarpus.
Menurut Suhardi, Pollycarpus mengaku tidak mengetahui bahwa surat-surat penugasan untuk dia palsu. Setelah mengetahui bahwa surat-surat penugasan tersebut adalah palsu, Pollycarpus mengkhawatirkan kartu tanda pengenal dia sebagai aviation security juga palsu. "Padahal, saya menerima surat tugas dan Id card dari atasan saya,"kata Suhardi menirukan ucapan Pollycarpus kepada wartawan hari ini, Selasa (22/3) di Jakarta. "Kalau semua dinyatakan palsu berarti yang memalsukan itulah rambonya,"tambah Suhardi.
Pollycarpus juga membantah bahwa pada tanggal 6 September 2004 yang lalu, dialah yang meminta agar diberangkatkan dengan pesawat GA 974 yang ditumpangi Munir. Menurut Suhardi, berdasarkan pengakuan Pollycarpus, saat itu, kliennya minta diberangkatkan ke Singapura untuk penerbangan pertama. "Tapi kemudian Polly dijemput tim Garuda pada penerbangan terakhir yaitu pukul 21.00 WIB malam dengan pesawat GA 974. Padahal, waktu itu Polly sudah mau tidur,"kata Suhardi.
Sementara itu, hari ini pemeriksaan terhadap Pollycarpus, dan Rohainil Aini, Secretary Chief Pilot pesawat Airbus 330 masih terus berlangsung di ruang penyidikan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri. Disamping memeriksa kedua crew Garuda tersebut, penyidik juga meminta keterangan saksi ahli penerbangan yang didatangkan dari Departemen Perhubungan.
Sementara itu, mengenai pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama Garuda Indra Setiawan, Penyidik Utama II Mabes Polri Kombes Anton Charlian, mengaku belum mengetahui jadwal pastinya. "Saya belum tahu, kami masih menunggu hasil pemeriksaan hari ini,"kata Anton kepada wartawan hari ini, Selasa (22/3) di Jakarta.
Bekas Direktur Utama Garuda Indonesia, yang baru kemarin (21/3) digantikan, Indra Setiawan, dalam waktu dekat akan diperiksa secara intensif dalam kasus pembunuhan Munir. Indra diduga terlibat dalam pembunuhan yang konspiratif itu untuk menghilangkan nyawa aktifis hak asasi manusia itu.
Penyidik, belum tahu, peran Indra Setiawan dalam pembunuhan itu. Dalam waktu dekat Indra akan diperiksa secara intensif, menyusul pilot Polllycarpus yang sudah ditahan lebih dahulu. "Kalau penyidikan lanjutan membuktikan Indra terlibat akan kami tahan,"kata seorang penyidik.
Erwin Dariyanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Setiawan (kanan) didampingi Dirut PT Kereta Api Indonesia/KAI, Omar Berto (kiri) menjawab pertanyaan anggota dewan dalam rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu, 13 November 2002. Pada kesempatan ini dibahas mengenai kesiapan semua angkutan darat, laut dan udara untuk mengantisipasi lebaran/Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru 2003.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]](/hg/photostock/2005/02/15/s_BC2002111319_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Indra Setiawan pada rapat dengar pendapat dengan komisi IV di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu, 13 November 2002.
[TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021223]](/hg/photostock/2005/02/15/s_BC2002111314_high_thumb.jpg) |
| Indra Setiawan dan Omar Berto
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|