Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Wakil DPR: Pemerintah Diminta Kurangi Arogansi
Selasa, 22 Maret 2005 | 12:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dalam pembahasan APBN Perubahan yang membahas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak, pemerintah diminta mengurangi arogansinya. Pemerintah diharapkan lebih terbuka sehingga tidak perlu menaikan harga BBM 29 persen. Hal itu dikatakan Soetardjo Soerjogoeritno, Wakil Ketua DPR, di Gedung MPR/DPR, Selasa (22/3).

Menurut Soetardjo, dari hasil paparan fraksi dalam sidang Paripurna 15 Februari, enam fraksi telah menolak kebijakan kenaikan harga BBM. Fraksi-fraksi ini diharapkan melanjutkan sikap mereka dalam APBNP.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan penjelasan mengenai penjabaran kebijakan kenaikan harga BBM. Apabila tidak setuju, DPR dapat memberlakukan APBN yang lama.

Sementara itu, Jacobus Mayong Padang, anggota Fraksi PDIP menyatakan kecewa berat dengan hasil sidang paripurna. Sikap DPR dalam sidang paripurna menunjukan adanya persengkokolan legislatif dan eksekutif sehingga mengambil keputusan yang tidak mencerminkan kepentingan rakyat.

Jacobus dalam menunjukan kekecewaannya, sejak Senin (21/3) kemarin, dengan melakukan aksi mogok makan. Saat ini, dia didampingi istri dan anaknya, Jacobus melakukan aksi mogok makan di ruang wartawan DPR RI.

Sementara itu, Tjahjo Kumolo, Ketua Fraksi PDIP menyatakan aksi Jacobus sebagai bentuk sikap pribadi. "Terserah mau melakukan sikap apapun, fraksi mendukung," ujarnya. Selain beberapa anggota fraksi dari PDIP yang memberikan dukungan moril kepada Jacobus, terdapat beberapa anggota dari fraksi lain yang datang mengunjungi Jacobus, seperti Zainal Ma'arif dan AM Fatwa.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke sedang mengisi solar ke dalam kapal yang akan dipakai berlayar, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010902-122 Pembeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134 Muara Angke, Jakarta, 22 Mei 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.;32D/347/2001; 20010621].
Nelayan Mengisi BBM Solar ke Kapal
Pompa Bensin Muara Angke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Sulsel Paksa Gubernur Tolak BBM Naik
Ruang Partai Demokrat dan Golkar Disegel
FPI : Haram Naikkan Harga BBM
Wakil Rakyat Kotor, Perlu Dibersihkan
Perundingan Soal Tarif Angkutan Bekasi Masih Alot
Rakyat Solo Duduki DPRD Minta BBM Turun
Sidang Paripurna Hari Ini Akan Voting 5 Opsi
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Arbi Sanit: Wajar Aksi Fisik Anggota DPR tentang BBM
Machfud MD: Saya Dengar Ada Deal Politik
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Sekretariat Jenderal DPR RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data