Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anggota DPR Jacobus Mayongpadang Mogok Makan
Senin, 21 Maret 2005 | 21:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretaris Fraksi PDIP di DPR Jacobus Kamarlo Mayongpadang, melakukan aksi mogok
makan di ruang pers gedung DPR, Jakarta. Aksi itu dimulai Senin (21/3) pukul 16.00 WIB
setelah Sidang Paripurna DPR yang memvoting kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.

Menurut Jacobus, aksinya itu didorong perkembangan di rapat-rapat konsultasi antar pimpinan
fraksi dan DPR, serta sidang paripurna dimana sebagian besar anggota Dewan tidak peduli
dengan apa yang terjadi di masyarakat. "DPR telah menjadi subordinat eksekutif," katanya
di depan wartawan. Mengenakan masker mulut, Jacobus juga mengatakan tindakan itu dipicu
kecenderungan anggota DPR yang mulanya menolak kenaikan harga BBM, namun pada kenyataannya
mengubah sikap.

Jacobus mengaku sedang berpuasa Senin (21/1). Walau aksi mogok makan resmi dimulai sore,
namun ia mengatakan belum makan sejak pagi. "Saya terakhir makan jam 4 pagi," ujarnya.
Namun ia tetap minum karena khawatir pengalaman buruk dengan dehidrasinya terulang kembali.

Saat aksi itu dimulai, teman-teman se fraksi dan istri Jacobus belum diberitahu. Sejak
Jumat sore ia dirawat di Rumah Sakit Cikini karena iritasi lambung. Ia meminta izin pada
dokter untuk menghadiri sidang paripurna. "Dokter belum tahu," jawabnya ketika ditanya
apakah dokter tahu tentang aksi mogok makan tersebut.

Ibnu Rusydi/Yuliawati-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16]. Pawai kampanye pendukung PDI Perjuangan dengan mobil dan bendera koalisi PDI P, PAN, PPP di sekitar Pancoran , Jakarta tahun 1999  [Tempo/ Rully Kesuma; 27d/155/99; 2000/05/16].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Otak Pembunuh Caleg PDIP Dituntut Seumur Hidup
PAN Tak Takut Koalisinya dengan PPP Bubar
Mega: Guruh Hanya Tameng Kader yang Tak Percaya Diri
Guruh : Pimpinan PDI Perjuangan Harus Dialihgenerasikan
Megawati Yakin Tidak Ada Deadlock
Fraksi PDIP Mengancam Beri Mosi Tak Percaya kepada Ketua DPR
Calon Bupati dan Wakil dari PDIP Wajib Tandatangani Kontrak Politik
Arifin: Apes Jika Megawati Terpilih Lagi Jadi Ketua PDIP
Wapres : Kebijakan Naik Juga Diambil Dua Presiden Sebelumnya
Sophan : Saya Dicalonkan Anak-anak Muda
> selengkapnya...


Referensi

Kisah Para Penantang yang Terpental
Guruh Sukarno Putra: Saya Bukan Antek Siapa pun
Menanti Guruh Menantang Mega
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
> selengkapnya...

Website

Megawati Sukarnoputri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data