|
Nasional
Perpres Badan Pelaksana Aceh Segera Diteken Presiden
Senin, 21 Maret 2005 | 20:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Draft Peraturan Presiden tentang Pembentukan Badan Pelaksana Rehabilitasi dan
Rekonstruksi Aceh sudah rampung. "Sudah di saya. Nanti saya teken. Saya tidak terlalu
birokratis kok," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti ditirukan Menteri
Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, saat ditemui wartawan di Istana Presiden, Jakarta,
Senin (21/3).
Kirmanto mengatakan, saat bertemu Presiden tadi pagi, soal ini juga
sudah disampaikan. Pembentukan badan pelaksana ini memang sangat
ditunggu, termasuk negara donor. "Apalagi kan masa darurat kan selesai
akhir bulan. Jadi kegiatan-kegiatan di sana nanti akan ditangai badan
pelaksana ini," kata Kirmanto.
Rencananya, pengesahan badan pelaksana ini akan disahkan dalam bentuk
peraturan presiden, bukan peraturan pemeritah. "Sementara dengan
peraturan presiden dulu. Tidak menutup kemungkinan nanti kalau
ditingkatkan," tambahnya.
Dalam draft final yang sudah ditangan presiden, pelaksana ini terdiri
dari tiga bagian. Pertama, badan pelaksana. Badan ini bertugas sebagai
pelaksana rehabilitasi dan rekoonstruksi. Kepala badan ini akan
ditunjuk langsung presiden. Yang mengisi jabatan ini, kata
Kirmanto, "Bukan menteri. Tapi akan dihargai setingkat itu."
Kedua, badan pengawas. Badan ini bertugas mengawasi pelaksanaan
progran agar tak menyimpang, tak dikorupsi. Rencananya Presiden juga
akan menunjuk pengawas dari luar negeri, dari lembaga swadaya
masyarakat yang sangat kredibel, untuk ikut mengawasi. "Jadi kita
sangat transparan," kata dia.
Ketiga, steering comitte atau badan pengarah. Badan ini akan diisi menteri-menteri agar
mereka memberikan arahan apa saja yang akan
dikerjakan serta memberi masukan. Tentu saja agar badan pelaksana
berjalan sesuai rencana strategi departemen atau sektor. Posisi ketiga
badan ini bersifat sejajar.
Badan pelaksana nantinya akan menjalankan blue print atau master plan
yang sudah dibuat bersama dengan wakil dari masyarakat Aceh. Kirmanto
berharap badan pelaksana ini mulai bekerja bulan depan. "Saya kemarin
dari Manila bersama Alwi Sihab. Harapannya dari sana juga segera ada
badan pelaksana itu," kata dia.
Abdul Manan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|