|
Nasional
Blora Center Tetap Akan Independen
Senin, 21 Maret 2005 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Blora Center, sebagai salah satu campain manager Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dalam pemilihan lalu, tetap berada di luar kekuasaan dan bersikap independen.
Hal ini disampaikan Direktur Blora Center, M. Jusuf Rizal, usai bertemu Presiden di kantor
Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/3).
Menurut Rizal, Presiden berharap Blora Center juga bisa memberi sosialiasi yang benar
terhadap apa yang dilakukan pemerintah. "Kita tetap disuruh berperan utuk melakukan
mediasi antara publik dan republik, memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa
yang dilakukan pemerintah," kata Rizal.
Blora Center juga akan berperan sebagai tangki pemikir. Karena itu, kata Rizal, pihaknya
berencana membentuk Blora Institute. Lembaga ini diharapkan bisa memberikan koreksi
terhadap pemerintah, terutama terhadap demokratisasi dan pendidikkan politik.
Dalam pertemuan tadi, Presiden mendiskusikan beberapa hal. Blora Center juga memberi
masukan. "Saya rasa karena Blora Center memang turut membantu beliau, beliau juga
mengapresiasi terhadap itu," kata Rizal. Saat ditanya apakah dia memberi masukan soal
hubungannya dengan DPR terkait soal kenaikan BBM, Rizal mengatakan, "Kalau itu beliau
lebih tahu."
Dalam kesempatan itu, kata Rizal, Presiden menyampaikan prioritas kerjanya pada tahun ini.
"Beliau juga mengemukakan, dalam tahun 2005 ini akan lebih banyak bekerja, turun ke jalan,
bertani, sehingga kemudian tahun 2006 akan lebih bagus lagi bangsa ini ke depan,"
tambahnya.
Abdul Manan-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|