Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mahasiswa Sulsel Paksa Gubernur Tolak BBM Naik
Senin, 21 Maret 2005 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Makassar:Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Makassar meminta Gubernur Sulawesi Selatan HM Amin Syam untuk menandatangani memorandum yang berisi penolakan terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Senin (21/3), di Makassar, Sulawesi Selatan.

Amin Syam diminta bertandatangan, dengan demikian memorandum tersebut dianggap telah mewakili keinginan masyarakat Sulsel. Sayangnya, permintaan para mahasiswa tersebut tidak bisa terpenuhi karena pada saat mereka melakukan aksi di kantor pemerintah propinsi, Gubernur Amin Syam sedang berada di Jakarta.

Sebelum perwakilan mahasiswa ini diterima, para mahasiswa melakukan aksi di depan kampus masing-masing kemudian bergabung di depan UMI dan melakukan pembakaran ban-ban bekas. Setelah melakukan orasi dan aksi, beberapa saat kemudian, mahasiswa yang berjumlah sekitar 200 orang ini bertolak menuju kantor gubernur Sulsel.

Perwakilan enam BEM yakni BEM IAIN Alauddin, BEM Univeristas Negeri Makassar (UNM), BEM Universitas 45, BEM Universitas Muslim Indonesia (UMI), BEM Universitas Satria dan BEM Universitas Muhammadiyah (Unismuh). Kedatangan mereka kekantor Pemerintah Propinsi hanya diterima kepala biro Otonomi Daerah, Natsir Taufik.

Kepada Natsir, para mahasiswa hanya menitipkan selembar kertas memorandum untuk disampaikan kepada gubernur agar di tandatangani. Pembuatan memorandum dengan melibatkan gubernur sebagai orang nomor satu di daerah ini, menurut korlap IAIN Ibnu Hajar, menandakan bahwa mahasiswa bersama pemerintah sepakat menolak kenaikan BBM. "Gubernur adalah orang paling nomor satu di daerah ini. Dan dulu beliau pernah berjanji akan mendengarkan keluhan rakyatnya. Ini waktunya menujukkan sikap yang terbuka untuk dilihat dan didengar oleh masyarakat Sulsel, sikap dan kepeduliannya pada rakyat,"ujar Ibnu.

Usai pertemuan wakil mahasiswa dengan Kabiro Otoda, para mahasiswa kembali bergabung dengan ratusan rekannya yang sudah tidak sabar. Beberapa diantaranya menyerobot masuk ke tempat pertemuan di lantai lima dan menerobos pertahanan petugas yang berjaga-jaga.

Setelah mereka bergabung, kemudian para mahasiswa ini bergerak ke depan pintu masuk kantor gubernur. Di depan pintu masuk, para mahasiswa menurunkan palang pintu dan melarang siapa pun masuk kecuali wartawan.

Di depan pintu masuk tersebut, mereka kemudian melanjutkan aksi bakar ban dan melakukan orasi. Tak hanya di pintu masuk, pintu keluar kantor gubernur juga mereka tutup dan melakukan pembakaran ban. Aksi mereka ini membuat sejumlah pegawai kantor gubernur yang berada di luar kantor tidak bisa masuk dan sebaliknya yang berada di dalam kantor tidak bisa masuk.

Penutupan pintu ini dilakukan sebagai reaksi atas kekecewaan mereka karena tidak mengetahui sikap gubernur. Dengan penutupan pintu ini, mahasiswa ini mengklaim telah ‘menyegel’ kantor guberbur Sulsel.
Akibat pintu masuk dan keluar ditutup, sejumlah pegawai yang yang memiliki urusan sangat penting, terpaksa memarkir kendaraan mereka di jalan dan berjalan kaki dan masuk melalui celah kecil pagar kantor gubernur. Bahkan ada diantara mereka yang nekat menyeberangi pagar yang tidak terlalu tinggi.

Irmawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke sedang mengisi solar ke dalam kapal yang akan dipakai berlayar, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010902-122 Pembeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134 Muara Angke, Jakarta, 22 Mei 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.;32D/347/2001; 20010621].
Nelayan Mengisi BBM Solar ke Kapal
Pompa Bensin Muara Angke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ruang Partai Demokrat dan Golkar Disegel
FPI : Haram Naikkan Harga BBM
Wakil Rakyat Kotor, Perlu Dibersihkan
Perundingan Soal Tarif Angkutan Bekasi Masih Alot
Rakyat Solo Duduki DPRD Minta BBM Turun
Sidang Paripurna Hari Ini Akan Voting 5 Opsi
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Arbi Sanit: Wajar Aksi Fisik Anggota DPR tentang BBM
Mahasiswa Palembang Unjuk Rasa Saat Kunjungan Jusuf Kalla
Pertemuan Presiden-Ketua Fraksi DPR Batal
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Departemen Pendidikan Nasional
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data