Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

R.Hartono : Soal Perbedaan Harga Tanggung Jawab Dephankam
Senin, 21 Maret 2005 | 16:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kasus suap pembelian tank scorpion,menjadi saling lempar tanggung jawab. Menurut Bekas Kepala Staf Angkatan Darat TNI, Jenderal (Purn) R Hartono yang mengetahui mengenai harga dan perbedaan harga pembelian 100 tank scorpion dari Alvis Vehicle Limited adalah Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam).

Menurut Hartono, sesuai Juklak Menhankam Nomor Juklak/03/VII/1989, Dephankam dan ABRI dalam negoisasi dengan pihak penjual telah diwakili oleh Tim Negoisasi Interdep yang dibentuk Dephankam. Penyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi I DPR RI, Senin (21/03).

Pernyataan Hartono dibenarkan Jenderal (Purn) Wismoyo Arismunandar. Menurutnya, pengadaan alat utama sistem pertahanan tertuang dalam Tata Cara Penyelenggaraan Pengadaan dengan Juklak Dephankam Nomor Juklak/03/VII/1989 tanggal 18 Juli 1989, dan TNI AD telah memproses pengadaan alat-alat itui sesuai mekanisme yang berlaku.

Mengenai pabrikan pembuat Tank Scorpion, Wismoyo menegaskan bahwa perusahaan yang memproduksi Tank Scorpion adalah Alvis Vehicles Limited (AVL), dan berposisi sebagai pabrikan sekaligus penjual. Namun, ia mengaku tidak tahu menahu kualifikasi yang menentukan terpilihnya AVL sebagai rekanan. Malahan ia menunjuk, bahwa pihak Dephankam-lah yang telah menentukan.

Wismoyo juga tidak tahu menahu bahwa Alvis Vehicles Limited (AVL), telah memberi komisi/ uang pelicin kepada Siti Hardiyanti Rukmana sebesar 10 persen atau 16,5 poundsterling atau setara dengan Rp 291 Miliar. Ia juga mengaku tidak tahu, bekas Presiden Soeharto, ayahnya Tutut, memberi ijin pembelian tank scorpion itu kepada putri sulungnya.

Utomo Tri Rahasto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Terdakwa kasus korupsi Pertamina dalam proyek pembangunan kilang minyak exor Balongan, Tabrani Ismail memberikan penjelasan kepada hakim ketua dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, 9 Oktober 2003. [TEMPO/Santirta M; K18A/449/2003; 20031009]. Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721].
Tabrani Ismail di PN Jakpus
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Koruptor di Banten Dihukum 3 Tahun
Camat Tanah Abang : Surat Bebas Sengketa Gratis
Tutut, Hartono dan Wismoyo Dipanggil DPR
KPK Belum Optimal Berantas Korupsi
Kejaksaan Segera Memeriksa Ketua DPRD Lamandau
Penanganan Dugaan Korupsi Tanah Karangsari Tak Jelas
Hatta Radjasa : Perkuat Armada dan Patroli di Selat Malaka
Dugaan Korupsi di Dephan Dilaporkan BPK ke DPR
Kejaksaan Negeri Solo Kembali Perpanjang Masa Penahanan Mantan Pimpinan DPRD
Gubernur NTT Ijinkan Polisi Periksa DPRD
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Kekuatan TNI AL
Desentralisasi Korupsi Melalui Otonomi Daerah
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
UU RI No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
PP RI No. 109 Tahun 109 Tahun 2000 Tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
IMBANG?
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Departemen Pertahanan
Komisi Ombudsman Nasional
Pendapat tentang Pemberantasan Korupsi
Situs Resmi Komisi Pemberantasan Korupsi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data