Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ruang Partai Demokrat dan Golkar Disegel
Senin, 21 Maret 2005 | 15:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahasiswa dan masyarakat Solo yang tergabung dalam Front Perlawanan Rakyat Surakarta (FPRS) dan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Surakarta (AMMS) menggelar unjuk rasa menuntut pembatalan kenaikan harga BBM, Senin (21/3). Massa pengunjuk rasa menyegel ruang fraksi Partai Demokrat dan ruang fraksi Partai Golkar. Massa juga menyandera sebuah mobil tangki pengangkut BBM dan menyegel SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Manahan.

Sedikitnya 500 massa dari berbagai elemen kemahasiswaan dan masyarakat Solo ini jalan kaki long march dari perempatan Manahan menuju Kantor DPRD Solo. Mereka berasal dari BEM UNS, BEM UMS, BEM STAIN, BEM STAIMUS, KAMMI, HMI, IMM, Gemars, AMPG, YAPHI, Paguyuban Pengemudi Becak Surakarta (PPBS), aliansi buruh Surakarta dan lainnya.

Saat melewati SPBU Manahan, mereka berhenti dan menggelar orasi di dalam SPBU sehingga membuat kemacetan di ruas jalan sekitar SPBU. Setelah puas berorasi, mereka kemudian menyegel SPBU tersebut dengan menempelkan kertas segel yang telah disiapkan bertuliskan ‘SPBU ini Disegel Untuk Rakyat Sampai Kenaikan Harga BBM Dibatalkan’.

Massa kemudian melanjutkan longmarch menuju Kantor DPRD. Di tengah jalan para pengunjuk rasa mendapati sebuah mobil tangki melewati jalan protokol, Jalan Adi Sucipto. Mobil tangki itu kemudian dicegat dan disandera pendemo untuk diarak menuju kantor DPRD.

Aparat keamanan yang mengikuti mereka hanya melakukan penjagaan dan membiarkan ulah para pengunjuk rasa tersebut. Sepanjang perjalanan massa juga membakar ban-ban bekas. Aksi baker ban bekas terus berlanjut setiba di halaman kantor DPRD.

Massa meminta perwakilan dari masing-masing fraksi di DPRD untuk melakukan orasi dan mendukung mereka menentang kenaikan harga BBM. Perwakilan anggota dewan dari FPAN (Alqaf Hudaya), FPKS (M Rodhi), FPDIP (James Pattiwael), PDS (Siahaan) dengan tegas mendukung aksi penolakan kenaikan harga BBM.

Yang mengejutkan perwakilan dari Fraksi Partai Golkar, Suroto juga menyatakan penolakan kenaikan harga BBM meski di tingkat DPR RI Fraksi Partai Golkar menerima kenaikan BBM. Sementara perwakilan dari Partai Demokrat enggan melakukan orasi.

Setelah memaksa para anggota dewan menandatangani surat pernyataan dukungan penolakan kenaikan harga BBM, massa kemudian masuk ke kantor DPRD dan mencari ruangan fraksi Partai Demokrat dan Partai Golkar. Ruangan dua fraksi ini kemudian disegel mahasiswa dengan tulisan ‘Ruangan ini Disegel oleh rakyat karena tidak Berpihak kepada Rakyat’. "Kedua partai ini tidak pro rakyat. Mereka mengabaikan penderitaan rakyat miskin akibat kenaikan harga BBM. Penyegelan dua ruangan fraksi ini kami lakukan karena dua fraksi ini representasi partai yang mendukung kenaikan harga BBM,"kata Faizin, salah seorang Korlap Aksi.

Mahasiswa juga memberikan replika korek kuping kepada anggota dewan sebagai tuntutan agar dewan tidak tuli dalam mendengarkan aspirasi masyarakat.

Anas Syahirul


Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Nelayan tradisional Muara Angke sedang mengisi solar ke dalam kapal yang akan dipakai berlayar, Jakarta, 22 Mei 2001. [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/346/2001; 20010621].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010902-122 Pembeli solar di pompa bensin/ SPBU 34-0134 Muara Angke, Jakarta, 22 Mei 2001 [TEMPO/ Awaluddin R.;32D/347/2001; 20010621].
Nelayan Mengisi BBM Solar ke Kapal
Pompa Bensin Muara Angke
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

FPI : Haram Naikkan Harga BBM
Wakil Rakyat Kotor, Perlu Dibersihkan
Perundingan Soal Tarif Angkutan Bekasi Masih Alot
Rakyat Solo Duduki DPRD Minta BBM Turun
Sidang Paripurna Hari Ini Akan Voting 5 Opsi
Kwik Usul DPR Gunakan Hak Angket
Arbi Sanit: Wajar Aksi Fisik Anggota DPR tentang BBM
Jusuf Kalla: Bicara Politik Lima Tahun Sekali Saja
Jusuf Kalla: Pemerintah Mempertanggungjawabkan Kebijakannya
Pertemuan Presiden-Ketua Fraksi DPR Batal
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT
> selengkapnya...

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina
Akbar Tandjung
Situs Wiranto
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data