Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Tidak Miliki Sistem Maritim
Sabtu, 19 Maret 2005 | 14:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia selama ini tidak memiliki sistem maritim. "Setelah kasus Ambalat, baru masalah maritim dibicarakan," ujar anggota Dewan Maritim Nasional, La Ode Kamaluddin, Sabtu (19/3) di Jakarta.

Selama ini pembangunan yang dibuat pemerintah hanya melihat sisi daratan sebagai ketahanan maupun fungsi ekonomi. Sedangkan pulau dan laut yang menjadi pembentuk Indonesia tidak pernah dipikirkan.

Ia menilai kehadiran angkatan laut hanya sebagai penjaga yang bersifat statis. Nelayan yang sehari-hari mengetahui seluk beluk laut dan pulau di sekitar mereka mencari nafkah, tidak diikutsertakan sebagai alat pelengkap ketahanan. "Mereka (nelayan) seharusnya bisa menjadi informan untuk Angkatan Laut mengenai situasi perairan di sekitarnya. Sehingga bila terjadi pencurian ikan atau upaya kayu bisa langsung diketahui," ujar La Ode.

Untuk penanganan kasus Ambalat, dia mendukung upaya diplomasi yang akan dilaksanakan dari 22 hingga 23 Maret mendatang. Sedangkan kehadiran Angkatan Laut tetap diperlukan untuk menjaga wilayah teritorial.

Hasyim Djalal, mantan tim perunding Sipadan-Ligitan mengatakan saat ini persepsi masyarakat Indonesia untuk status dua pulau tersebut adalah salah. Indonesia sejak awal memang tidak memasukkan Sipadan-Ligitan di dalam peta wilayahnya.

Baru ketika 1969 negosiasi batas wilayah dengan Malaysia dilakukan, Malaysia yang juga belum memasukkan Sipadan-Ligitan dalam peta wilayahnya sadar ada dua pulau tersebut.

Persepsi mengenai diplomasi perundingan batas wilayah atas sengketa perairan di Ambalat harus disosialisasikan ke masyarakat. "Apa yang dilakukan Indonesia sesuai dengan konvensi hukum laut yakni merundingkan batas wilayah dengan negara lain," ujar Hasyim. Sehingga keinginan berperang melawan Malaysia seharusnya tidak perlu membakar masyarakat Indonesia.

Yophiandi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721]. Sejumlah anggota TNI Angkatan Laut menyambut kedatangan Kapal perang HMS Regina dari Kanada  saat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta  [ TEMPO/Rully Kesuma; R1A/214/96; 20010607 ]
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pebisnis Malaysia: Kasus Ambalat Terlalu Dibesar-Besarkan
Mahasiswa Indonesia di Malaysia Somasi Duta Besar
Pelajar Mahasiswa Indonesia di Malaysia Somasi Rusdihardjo
Hatta Radjasa : Perkuat Armada dan Patroli di Selat Malaka
Unjuk Rasa Anti Malaysia Berbuntut Sweeping
Libya Harapkan Kasus Ambalat Diselesaikan dengan Persaudaraan
PM Badawi: Malaysia Tidak Mempunyai Niat Perang
Pemuda Barisan Nasional Malaysia Protes Jakarta
Posko Gayang Malaysia Dikerubuti Relawan
Shell akan Klarifikasi Minggu Ini
> selengkapnya...


Referensi

Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
> selengkapnya...

Website

TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data