Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemikiran HAM Cak Nur Dinilai Masih Terbatas
Sabtu, 19 Maret 2005 | 12:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:MM.Billah, Komisioner Hak Politik Komnas Hak Azasi Manusia (HAM) berpendapat, pemikiran cendekiawan Nurcholish Madjid tentang HAM masih terbatas. Menurut dia, Nurcholish terlalu gandrung pada pemikiran modernisasi Islam atau Islm modern, sehingga menyisakan ruang yang sangat sedikit dalam mengkaji, menelaah, mengembangkan pemikiran mengenai HAM.

"Perhatian Cak Nur terhadap HAM teramat sedikit terutama dibandingkan dengan perhatiannya terhadap modernisasi Islam," katanya di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (19/3).

Selama tiga hari, sejak 17 Maret, Universitas Paramadina mengadakan simposium "Menembus Batas Tradisi, Menuju Masa Depan yang Membebaskan, Refleksi Atas Pemikiran Prof. Dr. Nurcholish Madjid.

Sejumlah intelektual menjadi pembicara dalam simposium ini. Mereka antara lain, Siti Musdah Mulia yang berbicara tentang relasi Islam dan jender, Franz Magnis Suseno tentang inklusivisme Islam Nurcholish, serta Syafi'i Anwar tentang kritik Nurcholish terhadap nalar fundamentalisme.

Dalam simposium itu, Billah menyatakan, minimnya ekplorasi pemikiran Nurcholish tentang HAM mengakibatkan argumentasi cendekiawan itu tentang kesearahan antara Islam pembaruan dengan HAM, dan perspektif teologis Islam pembaruan tentang HAM, nyaris tumpul. "Terutama bila dibandingkan dengan pemikiran islam pembaruan yang dikaji Cak Nur (sapaan Nurcholish)," ujarnya.

Billah menilai, pemikiran elaboratif Nurcholish tentang HAM, hak perempuan, dan hak anak dapat dikatakan ketinggalan jauh dari pemikiran berbagai ahli dan pengamat muslim lainnya. Ia menyebutkan di antaranya pemikiran Arkoun, An-Naim, Farrag, Asghar Ali Engineer, Husein Muhammad, maupun Riffat Hassan. Asghar Ali misalnya, telah menulis buku tentang hak-hak perempuan dalam Islam, Hussein Muhammad menulis buku fiqih perempuan.

Yuliawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Azyumardi Azra bersama Syafi'i Anwar dan Nurcholish Madjid pada acara Diskusi Pemikiran Nurcholish Madjid tentang pemahaman Islam di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Hidayat SG; 15D/204/1993; 20021001].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Nurcholish Madjid, Azyumardi Azra ,dll
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cak Nur Mulai Latihan Menggerakkan Kaki
Kondisi Cak Nur Semakin Membaik
Emha Ainun Nadjib Pimpin Doa untuk Munir
Kondisi Nurcholis Madjid Membaik
Hasyim Pimpin Doa untuk Kesembuhan Cak Nur
Kondisi Nurcholis Madjid Masih Kritis
Gunawan Mohammad Meraih Penghargaan Achmad Bakrie 2004
Freedom Institute Anugerahkan Penghargaan Achmad Bakrie II
Cak Nur Jalani Operasi di RRC
Tokoh Agama: Pilih Presiden Bebas Korupsi dan Diskriminasi
> selengkapnya...


Referensi

Profil Nurcholis Madjid

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Wayne Rooney Kecanduan PlayStation
Setio Rahardjo Meninggal Dunia
Menu Istimewa Eros Djarot
Jangan Gula Sembarang Gula
Tiga Pekerja Indonesia Disiksa di Irak

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data